Kesehatan

Pentingnya Waspada Terhadap Sebaran Abu Vulkanik di Indonesia

BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap sebaran debu vulkanik dari Gunung Lewotolo dan Gunung Semeru yang terdeteksi pada 20 September 2026.

I
Indriani Atmaja
21 September 2026 35 pembaca
Ilustrasi debu vulkanik (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Ilustrasi debu vulkanik (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi sebaran debu vulkanik dari Gunung Lewotolo dan Gunung Semeru melalui analisis citra satelit RGB Himawari-9 pada tanggal 20 September 2026 pukul 19.00 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa debu vulkanik dari Gunung Lewotolo bergerak ke arah barat, mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur, hingga perairan Laut Banda. Sementara itu, debu vulkanik dari Gunung Semeru terpantau bergerak ke arah timur, yang mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pada waktu yang sama, analisis citra satelit BMKG tidak mendeteksi sebaran debu vulkanik dari Gunung Ibu dan Gunung Dukono. Namun, BMKG menegaskan bahwa hasil pemantauan debu vulkanik tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya karena adanya awan yang menutupi wilayah gunung api. BMKG juga menyampaikan bahwa ketidakidentifikasian debu vulkanik dalam analisis satelit tidak berarti bahwa debu vulkanik tersebut tidak ada. Oleh karena itu, hasil pemantauan satelit harus dipahami sesuai dengan kondisi pengamatan saat itu.

Informasi dari BMKG

BMKG menyampaikan, "Sebaran debu vulkanik belum dapat dipastikan karena wilayah gunung api tertutup awan. Debu vulkanik tidak teridentifikasi pada produk analisis satelit, namun bukan berarti debu vulkanik tidak ada. Informasi aktivitas erupsi mengacu pada informasi resmi aktivitas gunung api." Pernyataan ini disampaikan melalui akun resmi BMKG di Instagram pada tanggal 21 September 2026.

Selain memantau sebaran debu vulkanik, BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk empat gunung api, yaitu Gunung Dukono, Gunung Ibu, Gunung Lewotolo, dan Gunung Semeru, untuk periode 20-21 September 2026. Di Gunung Dukono, cuaca pada tanggal 20 September 2026 pukul 19.00-01.00 WIB diperkirakan berawan tebal, dengan angin bertiup dari barat daya dengan kecepatan 5 km per jam. Pada tanggal 21 September 2026 pukul 01.00-07.00 WIB, cuaca masih berawan tebal dengan angin dari selatan 6 km per jam. Selanjutnya, pada pukul 07.00-13.00 WIB, cuaca diperkirakan berawan dengan angin dari selatan 3 km per jam, dan pada pukul 13.00-19.00 WIB kembali berawan tebal dengan angin dari timur laut 3 km per jam.

Peringatan Kesehatan

BMKG juga memprediksi cuaca di Gunung Ibu akan berawan tebal pada 20 September pukul 19.00-01.00 WIB, dengan angin dari timur 6 km per jam. Pada 21 September pukul 01.00-07.00 WIB, cuaca masih berawan tebal dengan angin dari timur 4 km per jam. Memasuki pukul 07.00-13.00 WIB, cuaca diperkirakan berawan dengan angin dari barat 14 km per jam, dan pada pukul 13.00-19.00 WIB, kondisi kembali berawan tebal dengan angin dari selatan 10 km per jam.

Gunung Lewotolo juga diperkirakan berawan tebal pada 20 September pukul 19.00-01.00 WIB, dengan angin bergerak dari tenggara 7 km per jam. Pada 21 September pukul 01.00-07.00 WIB, cuaca masih berawan tebal dengan angin dari tenggara 5 km per jam. Pada pukul 07.00-13.00 WIB, cuaca diperkirakan cerah berawan, dengan angin dari utara 15 km per jam, dan kondisi cerah berawan ini berlanjut hingga pukul 13.00-19.00 WIB, dengan angin dari timur 8 km per jam.

Untuk Gunung Semeru, BMKG memprediksi kondisi berasap pada 20 September pukul 19.00-01.00 WIB, dengan angin dari timur laut 3 km per jam. Pada 21 September pukul 01.00-07.00 WIB, cuaca diperkirakan cerah berawan dengan angin dari tenggara 1 km per jam.

Di tengah potensi sebaran abu vulkanik, BMKG mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan oleh paparan debu vulkanik, terutama yang berhubungan dengan kesehatan. Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, batuk serta gangguan pernapasan, serta memperburuk kondisi kesehatan bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan.

Artikel Terkait