🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Penyelidikan Prajurit TNI Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Masih Berlangsung

Puspom TNI masih menyelidiki 4 prajurit terkait kasus penyiraman air keras aktivis KontraS.

Indriani Atmaja

Penulis

23 March 2026
11 kali dibaca
Penyelidikan Prajurit TNI Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Masih Berlangsung

Baru-baru ini, sebuah kasus yang menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat telah terjadi di Jakarta. Kasus tersebut terkait dengan penyiraman air keras terhadap beberapa aktivis KontraS oleh beberapa anggota TNI. Puspom TNI telah melakukan penyelidikan terhadap 4 prajurit yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS terjadi beberapa waktu lalu di depan gedung DPR/MPR. Pada saat itu, beberapa aktivis KontraS sedang melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut keadilan dan transparansi dalam pengelolaan negara. Tiba-tiba, beberapa anggota TNI muncul dan menyiramkan air keras kepada para aktivis tersebut.

Aktivis KontraS yang menjadi korban penyiraman air keras tersebut mengaku bahwa mereka sangat terkejut dan merasa dizalimi. "Kami hanya melakukan aksi demonstrasi yang damai dan sah, tetapi kenapa kami harus diserang dengan air keras?" kata salah seorang aktivis KontraS. "Kami berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas dan para pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku."

Puspom TNI telah melakukan penyelidikan terhadap 4 prajurit yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. "Kami telah meminta keterangan dari beberapa saksi dan melakukan pemeriksaan terhadap para prajurit yang diduga terlibat," kata seorang pejabat Puspom TNI. "Kami akan melakukan penyelidikan yang objektif dan Profesional untuk mengetahui kebenaran kasus ini."

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS telah menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat. Banyak pihak yang mengecam tindakan para anggota TNI tersebut dan menuntut agar para pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. "Kasus ini merupakan kontroversi besar dan dapat merusak citra TNI di mata masyarakat," kata seorang analis politik. "Oleh karena itu, perlu dilakukan penyelidikan yang objektif dan Profesional untuk mengetahui kebenaran kasus ini."

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS masih berlangsung dan belum ada keputusan yang pasti. Namun, yang jelas adalah bahwa kasus ini telah menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat dan menuntut agar para pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Puspom TNI masih menyelidiki kasus ini dan berharap dapat menemukan kebenaran kasus tersebut.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id