🔴 Breaking
Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Informasi Terbaru Harga BBM Pertamina Per 11 April 2026: Dari Pertalite hingga Pertamax Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Informasi Terbaru Harga BBM Pertamina Per 11 April 2026: Dari Pertalite hingga Pertamax
Pendidikan

Peran Akademisi dalam Pengembangan Energi Terbarukan: Menuju 100 GW PLTS

Pengembangan PLTS 100 GW untuk menggantikan PLTD, dengan dukungan para ahli perguruan tinggi.

Vina Maharani

Penulis

08 April 2026
9 kali dibaca
Peran Akademisi dalam Pengembangan Energi Terbarukan: Menuju 100 GW PLTS

Upaya untuk mengembangkan sumber energi terbarukan di Indonesia semakin gencar, terutama dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 Giga Watt (GW). Rencana ambisius ini diharapkan dapat menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang saat ini masih banyak digunakan. Dalam upaya ini, para ahli dari perguruan tinggi turut terlibat aktif untuk memastikan keberhasilan proyek ini.

Menurut "Dr. Ir. Muhammad Nur Rizaldi, M.T., Dosen Teknik Elektro Universitas Indonesia", pengembangan PLTS 100 GW ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. "Dengan demikian, kita dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menghemat biaya operasional pembangkit listrik," jelasnya.

Peran para ahli dari perguruan tinggi sangat penting dalam proyek ini, karena mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk merancang dan mengembangkan sistem PLTS yang efektif dan efisien. Mereka juga dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi sumber daya surya di Indonesia dan mengembangkan teknologi yang tepat untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi surya.

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pengembangan PLTS 100 GW ini adalah ketersediaan lahan yang luas dan strategis untuk pembangunan pembangkit listrik. "Kita memerlukan lahan yang luas untuk membangun pembangkit listrik surya, terutama di daerah yang memiliki intensitas sinar matahari yang tinggi," kata "Dr. Ir. Sutanto, M.Sc., Dosen Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada".

Meskipun masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi, pengembangan PLTS 100 GW ini dipandang sebagai langkah yang sangat penting untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Dengan dukungan para ahli dari perguruan tinggi dan kerja sama dengan pemerintah dan swasta, diharapkan proyek ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan.

Ke depan, pengembangan PLTS 100 GW ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain untuk mengembangkan sumber energi terbarukan. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin dalam pengembangan energi terbarukan di Asia Tenggara. "Kita harus terus berinovasi dan mengembangkan teknologi yang lebih baik untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan energi surya," tutur "Dr. Ir. Muhammad Nur Rizaldi, M.T.". Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, Indonesia dapat mencapai target pengembangan PLTS 100 GW ini dan menuju ke arah yang lebih berkelanjutan.

Artikel Terkait

Sumber: www.kompas.com