Pendidikan

Percepatan Restorasi Candi Prambanan, Tantangan Material Asli

Pemerintah Indonesia sedang mempercepat restorasi Candi Prambanan untuk menjaga kelestarian budaya dan mengembangkan kawasan tersebut. Namun, tantangan utama muncul dari ketersediaan material asli yan...

V
Vina Maharani
10 September 2026 31 pembaca
Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah

Pemerintah berupaya mempercepat proses restorasi dan revitalisasi yang menyeluruh terhadap kompleks Candi Prambanan yang terletak di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian cagar budaya dan mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat kebudayaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa upaya ini bertujuan untuk memulihkan kompleks Candi Prambanan secara utuh. Candi yang merupakan peninggalan monumental dari abad ke-9 Masehi ini diharapkan tidak hanya menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat kebudayaan dan warisan hidup. "Langkah ini diambil guna melestarikan cagar budaya monumental peninggalan abad ke-9 Masehi tersebut secara utuh, sekaligus mengukuhkannya sebagai pusat kebudayaan dan living heritage yang berdampak bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Rabu.

Tantangan dalam Pemugaran Candi Perwara

Rencana restorasi menyeluruh Candi Prambanan menghadapi sejumlah persoalan teknis. Salah satu tantangan terbesar terletak pada pemugaran candi-candi perwara yang mengelilingi tiga candi utama, yakni Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu. Ketersediaan batu asli menjadi masalah utama dalam proses pemugaran ini. Diperkirakan, sebagian material bangunan candi telah terdispersi, sehingga sisa material asli yang ada di setiap titik candi hanya berkisar antara 10 hingga 30 persen.

Kondisi material yang tersisa juga tidak seragam; ada batu yang masih utuh, namun banyak yang telah pecah atau mengalami degradasi serta pelapukan akibat penggaraman dan faktor lingkungan mikro. "Kami sedang membahas bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini, tentu saja nanti akan melibatkan banyak ahli sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh," kata Menteri Kebudayaan.

Kerja Sama Internasional dan Rencana Restorasi Lanjutan

Untuk mematangkan rencana restorasi, Kementerian Kebudayaan sedang menyusun kajian komprehensif yang melibatkan ahli konservasi, arkeologi, dan teknik struktur. Pemerintah juga membuka peluang untuk kerja sama internasional dalam mendukung restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan. India telah menyatakan komitmennya untuk membantu pemugaran satu kuadran atau seperempat area candi perwara di kompleks tersebut.

Sesuai dengan kaidah pemugaran yang ditetapkan oleh UNESCO, tiga perempat area candi akan dikerjakan secara mandiri oleh tim ahli nasional dari Indonesia. Upaya pemerintah tidak hanya terfokus pada pemulihan fisik bangunan candi, tetapi juga bertujuan untuk menghidupkan ekosistem pariwisata yang berbasis pada budaya, sejarah, dan religi, yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. "Harapannya semoga bisa mendatangkan semakin banyak wisatawan budaya, wisata sejarah, wisatawan religi, dari berbagai negara, wisatawan asing, dan juga dari domestik," tambahnya.

Selain Candi Prambanan, pemerintah juga merencanakan restorasi Candi Sewu, yang merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Candi Sewu terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Artikel Terkait