Hiburan

Perceraian Mencatat Sejarah, Bos Game Korea Serahkan 35 Persen Saham ke Mantan Istri

Kwon Hyuk-bin, pendiri Smilegate, diperintahkan oleh pengadilan untuk membayar mantan istrinya sekitar 2,55 triliun won, menjadikannya sebagai pembagian harta terbesar dalam sejarah perceraian di Kore...

E
Eko Prasetyo
09 September 2026 31 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Pendiri perusahaan game Korea Selatan Smilegate, Kwon Hyuk-bin, diperintahkan pengadilan untuk menyerahkan harta senilai sekitar 2,55 triliun won kepada mantan istrinya. [Istimewa]
Pendiri perusahaan game Korea Selatan Smilegate, Kwon Hyuk-bin, diperintahkan pengadilan untuk menyerahkan harta senilai sekitar 2,55 triliun won kepada mantan istrinya. [Istimewa]

Pada Rabu, 9 September 2026, Seoul Family Court mengeluarkan keputusan yang mengharuskan Kwon Hyuk-bin untuk menyerahkan aset senilai 2,55 triliun won kepada mantan istrinya. Keputusan ini menjadi catatan baru dalam sejarah hukum Korea Selatan sebagai nilai pembagian harta gono-gini terbesar yang pernah ada.

Kwon, yang merupakan pendiri perusahaan game Korea Selatan Smilegate, diperintahkan untuk menyerahkan 35 persen sahamnya di perusahaan tersebut serta membayar uang tunai sebesar 65 miliar won. Total nilai pembagian harta ini diperkirakan mencapai sekitar US$1,8 miliar, setara dengan kisaran Rp28 triliun. Nilai ini melampaui pembagian harta dalam kasus perceraian Ketua SK Group, Chey Tae-won, yang sebelumnya ditetapkan sebesar 944 miliar won.

Latar Belakang Perceraian

Kwon mendirikan Smilegate pada tahun 2002 dan telah mengembangkan perusahaan tersebut menjadi salah satu pemain utama dalam industri game di Korea Selatan. Saat ini, ia menjabat sebagai Chief Visionary Officer (CVO) di Smilegate. Keputusan pengadilan ini diambil setelah mantan istrinya, yang bernama Lee, mengajukan gugatan cerai pada November 2022.

Klaim Kontribusi dalam Perusahaan

Dalam gugatannya, Lee meminta agar sebagian besar kepemilikan Kwon di Smilegate dibagikan kepadanya. Ia berargumen bahwa kontribusinya pada masa awal pendirian dan pengelolaan perusahaan sangat signifikan, termasuk melalui pekerjaan rumah tangga selama mereka menikah. Lee juga mengklaim pernah memiliki sekitar 30 persen saham di awal berdirinya Smilegate dan tercatat sebagai direktur serta perwakilan perusahaan. Oleh karena itu, ia merasa bahwa kontribusinya seharusnya diperhitungkan dalam pembagian aset.

Artikel Terkait