🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Perempuan dan Dinamika Politik: Pandangan Senator Lia Istifhama

Senator Lia Istifhama, sosok politik milenial dari Jawa Timur, berbagi pandangannya tentang peran perempuan dalam dunia politik saat ini.

Jaya Abdi

Penulis

29 March 2026
6 kali dibaca
Perempuan dan Dinamika Politik: Pandangan Senator Lia Istifhama

Senator Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, merupakan seorang politisi muda dari Jawa Timur yang dikenal dengan ketajaman pendapatnya dan keterlibatannya yang aktif dalam isu-isu politik terkini. Dalam berbagai kesempatan, ia telah menyuarakan pentingnya partisipasi perempuan dalam arena politik, menyoroti bagaimana keterlibatan tersebut dapat membawa perubahan signifikan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Dalam wawancara terbaru, Lia Istifhama menegaskan bahwa peran perempuan sangat penting dalam politik. "Perempuan memiliki perspektif yang berbeda, dan ini sangat penting dalam membentuk kebijakan publik yang lebih inklusif," ujarnya. Ia menggarisbawahi bahwa pengalaman hidup yang berbeda antara perempuan dan laki-laki harus diakomodasi dalam setiap kebijakan yang diambil. Menurutnya, keterwakilan perempuan dalam badan legislatif harus ditingkatkan untuk menciptakan keseimbangan dalam pengambilan keputusan.

Saya dan sejumlah rekan perempuan, lanjut Lia, tengah berjuang untuk mendorong lebih banyak perempuan untuk terjun ke dunia politik. Ini bukan hanya soal mendapatkan kursi, tetapi juga tentang menciptakan suara yang lebih representatif. "Kami ingin agar setiap suara perempuan didengar dan diperhitungkan dalam setiap kebijakan," tambahnya. Ia berharap, dengan semakin banyaknya perempuan yang terlibat, akan muncul berbagai solusi inovatif untuk masalah yang dihadapi masyarakat, terutama isu-isu yang sering kali diabaikan.

Lia juga menekankan bahwa pendidikan politik sangat penting bagi kaum perempuan. "Masyarakat perlu diberikan pendidikan mengenai hak-hak politik mereka dan bagaimana cara berkontribusi dalam proses demokrasi," jelasnya. Ia menyatakan bahwa dengan pengetahuan yang baik, perempuan dapat lebih percaya diri untuk terlibat dalam politik dan membuat perubahan yang mereka inginkan.

Seiring berkembangnya zaman, Lia optimis bahwa pandangan masyarakat terhadap perempuan dalam politik akan semakin positif. Ia menyebutkan bahwa banyak perempuan muda yang kini berani bersuara dan aktif dalam berbagai organisasi politik. "Kita perlu mendukung satu sama lain dan menciptakan jaringan yang kuat untuk mendorong lebih banyak perempuan terlibat," ungkap Lia, mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif bagi partisipasi perempuan dalam politik.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh tokoh-tokoh seperti Lia Istifhama, diharapkan akan ada perubahan yang lebih besar terkait peran perempuan dalam politik Indonesia. Tentu saja, perjalanan ini tidak akan mudah, namun semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para perempuan di bidang politik menjadi penanda bahwa masa depan yang lebih seimbang dan adil dapat dicapai. Ke depan, kegiatan dan langkah-langkah lebih lanjut akan terus dilaksanakan untuk memperkuat posisi perempuan dalam pengambilan keputusan publik.

Artikel Terkait

Sumber: www.jpnn.com