Bandung - Dalam dinamika kehidupan keluarga, Ibu berperan penting dengan berbagai cara, mulai dari memenuhi kebutuhan hingga menemani aktivitas sehari-hari. Namun, di tengah kesibukannya, sangat penting bagi Bapak dan anggota keluarga lainnya untuk mengambil inisiatif, berbagi tanggung jawab, dan memberikan perhatian kepada Ibu.
Selama tiga hari, kegiatan #TanggalMerahUntukIbu berlangsung untuk mengingatkan para ibu tentang pentingnya memiliki waktu untuk diri sendiri sebagai cara untuk meningkatkan suasana hati. Ketika Ibu merasa lelah dengan tugas rumah tangga, sebaiknya ia diberi kesempatan untuk sejenak menghentikan rutinitas dan mencari kegiatan yang menyenangkan.
Survei Mengenai Beban Ganda
Konteks ini tercermin dalam survei yang dilakukan oleh ILO (International Labor Organization) dan Katadata Insight Centre, yang menunjukkan bahwa 95,3% responden tidak menganggap kegiatan seperti memasak dan membersihkan rumah sebagai bagian dari pekerjaan perawatan. Selain itu, 79,3% responden perempuan mengaku mengalami beban ganda, yang menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi anggota keluarga untuk lebih aktif dalam berbagi peran sehari-hari.
Hal ini juga menjadi fokus dalam sesi talkshow #TanggalMerahUntukIbu. Psikolog Keluarga, Ajeng Raviando, menekankan pentingnya inisiatif dan pembagian peran dalam keluarga. Ia menyatakan bahwa berbagai aktivitas di rumah seharusnya dilakukan bersama agar tidak hanya menjadi beban satu orang.
"Kadang-kadang ketika beban yang dipikirkan oleh satu orang, tentunya jadi bukan hanya beban ganda sih menurut saya. Banyak banget bebannya, dan itu seringkali tidak disadari oleh anggota keluarga yang lain," kata Ajeng dalam talkshow yang berlangsung di Atrium Trans Studio Mall Bandung, Minggu (27/9/2026).
Pentingnya Sikap Proaktif
Ajeng juga menekankan perlunya sikap proaktif dalam keluarga. Bapak dan anggota keluarga lainnya bisa mengambil inisiatif untuk berbagi tugas tanpa harus menunggu permintaan dari Ibu. "Misalnya nih ini hari Minggu, aku aja deh yang take care, aku aja yang handle kerjaan semuanya. Jadi kamu boleh bangun agak siang gitu," tambahnya.
Selain berbagi peran, Ajeng juga membahas pentingnya memberikan ruang bagi Ibu untuk menikmati aktivitas yang disukainya. Ia menjelaskan bahwa dukungan dari anggota keluarga sangat diperlukan agar Ibu tidak merasa terbebani. "Kalau seorang ibu udah overwhelmed sama kondisi rumah, itu biasanya akan berdampak sama seluruh keluarga juga. Jadi harapannya adalah seluruh anggota keluarga aktif membantu," ucapnya.
Mutia, salah satu pengunjung, berbagi pengalaman bahwa ia dan suaminya biasa berbagi tugas di rumah. Meskipun demikian, ia juga menyempatkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukainya. "Biasanya dia yang nyuci aku yang jemur, aku yang nyapu dia yang ngepel. Kalau lagi jenuh obatnya healing atau main ke event seperti ini bareng temen-temen," ungkapnya.
Di sisi lain, Koko, seorang bapak, juga menceritakan bagaimana ia dan Ibu di keluarganya saling berbagi peran. Ia mengakui bahwa tantangan sering muncul ketika pekerjaan menguras waktu dan energi.
Pada hari kedua talkshow, Psikolog Fahrina Safitri mengingatkan bahwa Ibu tidak perlu merasa bersalah saat ingin meluangkan waktu untuk diri sendiri. Ia memberikan beberapa contoh aktivitas sederhana yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing Ibu.
Influencer dan beauty vlogger, Ghina Alwi, juga menekankan bahwa Ibu perlu memiliki waktu untuk menikmati aktivitas yang disukainya di tengah kesibukan. Ia menegaskan bahwa waktu untuk diri sendiri tidak perlu lama atau rumit, tetapi dapat dimulai dari momen-momen sederhana yang memberi kesempatan bagi Ibu untuk kembali memperhatikan dirinya sendiri.
Melalui #TanggalMerahUntukIbu, Frisian Flag mengajak Bapak dan keluarga untuk lebih aktif dalam mengambil inisiatif, berbagi peran, serta memberikan perhatian dan apresiasi kepada Ibu melalui tindakan sederhana sehari-hari. Perhatian kepada Ibu tidak harus menunggu momen khusus; tindakan sederhana seperti menyiapkan sarapan yang lezat dapat membuat hari Ibu menjadi lebih bermakna.