🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Peringatan Waspada Campak: Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Setelah Dokter di Cianjur Meninggal

Kemenkes menerbitkan surat edaran waspada campak usai dokter di Cianjur meninggal. Apa isi surat edaran tersebut?

Adhe Dharma

Penulis

31 March 2026
6 kali dibaca
Peringatan Waspada Campak: Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Setelah Dokter di Cianjur Meninggal

Belum lama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan surat edaran terkait waspada campak setelah seorang dokter di Cianjur meninggal akibat penyakit ini. Surat edaran tersebut dirilis untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan petugas kesehatan terkait bahaya campak.

Menurut informasi yang diterima, dokter yang meninggal tersebut merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di salah satu rumah sakit di Cianjur. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa dokter tersebut meninggal akibat komplikasi penyakit campak. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan petugas kesehatan, sehingga Kemenkes segera menerbitkan surat edaran waspada campak.

Surat edaran yang diterbitkan Kemenkes berisi tentang langkah-langkah yang harus diambil untuk mencegah penyebaran penyakit campak. Dalam surat edaran tersebut, Kemenkes menekankan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu cara pencegahan yang efektif. "Vaksinasi adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit campak," kata seorang pejabat Kemenkes.

Selain itu, surat edaran juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan petugas kesehatan terkait gejala-gejala campak. Gejala-gejala campak meliputi demam, batuk, pilek, dan ruam-ruam merah pada kulit. Jika masyarakat menemukan gejala-gejala tersebut pada diri sendiri atau orang lain, maka segera harus meminta pertolongan medis.

Kemenkes juga menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan petugas kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit campak. "Kita harus bekerja sama untuk mencegah penyebaran penyakit campak, sehingga kita dapat menghindari korban lebih banyak," kata seorang pejabat Kemenkes.

Dengan diterbitkannya surat edaran waspada campak, diharapkan masyarakat dan petugas kesehatan dapat meningkatkan kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan untuk mencegah penyebaran penyakit campak. Kemenkes juga berharap bahwa surat edaran tersebut dapat membantu mengurangi korban akibat penyakit campak di Indonesia.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id