M. Ardi berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu Pustakawan berdedikasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Selasa, 7 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan dalam rangka perayaan Hari Pustakawan Indonesia Tahun 2026. Ardi menyatakan, "Saya merasa bersyukur dedikasi kita selama ini dihargai begitu besar oleh Bapak Menteri (Mendikdasmen)," saat menerima penghargaan di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.
Dengan pengalaman lebih dari 37 tahun sebagai pustakawan di Sulawesi Selatan, Ardi awalnya merasa enggan ditempatkan di perpustakaan. Ia mengungkapkan bahwa pada masa lalu, pegawai negeri sipil yang ditempatkan di perpustakaan sering dianggap sebagai orang buangan. "Pikiran kami kemarin itu bahwa pustakawan atau yang mengelola pustakawan itu orang buangan dan memang selama ini orang buangan ada yang sakit, ada yang vokal-vokal ditempatkan di Perpustakaan," ujarnya.
Transformasi Pandangan dan Dedikasi
Setelah merenungkan beberapa bulan, Ardi akhirnya menerima penempatan di perpustakaan dan menemukan banyak manfaat dari posisi tersebut. Ia menyadari bahwa bekerja di perpustakaan memberikan banyak kesempatan, termasuk bertemu dengan pejabat tinggi dan mendapatkan berbagai penghargaan. "Alhamdulillah, itu semua dari perpustakaan jadi pustakawan itu adalah yang terbaik sebetulnya," tuturnya.
Ardi berkomitmen untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Ia menginisiasi kegiatan Lapak Literasi di bawah jalan layang Pettarani setiap Sabtu malam, dengan menyediakan sekitar 500 judul buku untuk dibaca masyarakat. Lapak tersebut beroperasi dari pukul 19.00 hingga 23.00. "Rata-rata pembaca Lapak Literasi yang saya kalau itu rata-rata mahasiswa, anak-anak muda mahasiswa-mahasiswa ada yang dari Papua, ada dari Manokwari, ada yang dari Gorontalo," jelasnya.
Mendorong Generasi Muda untuk Berkarya
Antusiasme anak-anak muda sangat tinggi, bahkan mereka sering datang lebih awal sebelum lapak dibuka. "Kadang kalau setiap malam minggu mereka sudah datang di tempat di situ sebelum kami datang itu demi untuk menyambut kami antusiasnya mereka itu luar biasa," kata Ardi. Di lapak literasi, pengunjung hanya diperkenankan membaca di tempat dan tidak diperbolehkan membawa pulang buku. Ardi juga menyediakan kopi dan makanan ringan untuk pengunjung.
Setelah hampir dua tahun menjalankan lapak literasi, Ardi tetap melaksanakan tugas sehari-harinya sebagai pustakawan, termasuk tugas administrasi. "Kebetulan saya sendiri di perpustakaan jadi seluruh aktivitas administrasi itu saya yang kerjakan terus inovasi-inovasi untuk memanggil teman-teman supaya datang ke perpustakaan banyak yang saya lakukan di perpustakaan," ungkapnya.
Ardi menyadari bahwa profesi pustakawan masih sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa bekerja di perpustakaan memiliki banyak peluang. "Saya harapkan ada yang cari Jurusan (kuliah) Perpustakaan, sekarang Jurusan Perpustakaan di seluruh Indonesia itu sudah beberapa universitas yang membuka jurusan perpustakaan dan peluangnya untuk bekerja di perpustakaan itu sangat banyak terutama di sekolah-sekolah," tuturnya. "Jadi jangan takut untuk kuliah di Jurusan Perpustakaan karena perpustakaan itu adalah tempat yang sangat menjanjikan untuk masa depan disamping juga perpustakaan itu tempat yang memanen pahala dengan memberikan orang ini kecerdasan," pungkas Ardi.