Ekonomi

--- Perkembangan Terbaru Elnusa Terkait Rencana Merger dengan Pertamina Drilling Services ---

--- PT Elnusa Tbk menjelaskan mengenai rencana penggabungan usaha dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. ---

J
Jaya Abdi
08 September 2026 33 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila
---TITLEEXCERPT--- PT Elnusa Tbk menjelaskan mengenai rencana penggabungan usaha dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. ---CONTENT---

PT Elnusa Tbk (ELSA), bagian dari Grup Pertamina, memberikan penjelasan mengenai rencana merger dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyatakan bahwa perusahaan menyadari adanya berbagai opsi dalam agenda penyederhanaan untuk mengoptimalkan struktur organisasi. Namun, saat ini proses tersebut masih dalam tahap diskusi.

Rustam menambahkan, “Dan tentu nantinya proses tersebut akan mengikuti aturan pasar modal yang berlaku dan tentu saja tetap melindungi hak-hak dari pemegang saham independen,” dalam paparan publik yang berlangsung pada Senin, 7 September 2026.

Isu Penggabungan Usaha yang Sudah Lama Beredar

Isu mengenai penggabungan usaha ini sebenarnya sudah dibahas sejak lama. Dalam laporan yang dirilis oleh Katadata pada Agustus 2025, induk perusahaan Elnusa, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), menyampaikan bahwa sebagai subholding di sektor hulu, perusahaan fokus pada pencarian sumber minyak dan gas demi mendukung ketahanan energi nasional. Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen, menjelaskan bahwa perusahaan masih memprioritaskan optimalisasi kinerja masing-masing entitas di dalam Subholding Upstream.

“Adapun untuk rencana sinergi bisnis masih dalam proses kajian,” ungkap Hermansyah saat dihubungi oleh Katadata.co.id pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Kinerja Keuangan yang Positif

Berdasarkan laporan kinerja keuangan untuk semester kedua tahun 2026, Elnusa mencatat pendapatan sebesar Rp 7,58 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 8,9% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA perusahaan meningkat 16,2% menjadi Rp 862 miliar, dan laba bersih melonjak 29,2% YoY menjadi Rp 435 miliar. Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan juga meningkatkan net profit margin menjadi 5,73%.

Elnusa mencatat arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 761 miliar, naik 16%, dengan total kas mencapai Rp 2,88 triliun. Perusahaan juga berhasil mempertahankan peringkat korporasi idAA+ dari Pefindo. Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga berusaha untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan profitabilitas.

Hingga akhir semester pertama tahun 2026, Elnusa memiliki carry forward contracts senilai Rp 18,8 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Rp 9,5 triliun untuk Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Rp 2,3 triliun untuk Jasa Penunjang Migas, dan Rp 7 triliun untuk Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi.

Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa juga terus berupaya memperluas ruang pertumbuhan melalui teknologi, inovasi, dan pengembangan pasar. Sekitar 22% dari pendapatan semester I 2026 berasal dari pelanggan pihak ketiga, yang melengkapi basis bisnis dalam ekosistem Pertamina Group. Pengembangan kapabilitas seperti teknologi akuisisi seismik Stryde, Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), layanan geospasial Pertapixel, dan Road Traffic Control (RTC) diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas serta memberikan solusi bagi kebutuhan pelanggan.

“Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi Elnusa untuk mengubah kapabilitas teknologi dan operational know-how menjadi peluang bisnis dan sumber pertumbuhan baru,” tutup Nelwin.

Artikel Terkait