Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Senin (28/9), seiring dengan penerapan harga saham minimum yang ditetapkan sebesar Rp 1 per saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mulai menerapkan kebijakan baru yang menurunkan batas harga minimum saham dari Rp 50 menjadi Rp 1. Saham-saham yang sebelumnya terjebak di level gocap kini akan kembali bergerak seiring dengan penurunan batas minimum tersebut.
Para analis menyatakan bahwa kebijakan ini akan menjadi perhatian utama pasar dan akan mempengaruhi pergerakan IHSG ke depan. Dalam konteks ini, beberapa saham yang direkomendasikan adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Proyeksi IHSG dan Level Support
Ivan Rosanova, analis dari BinaArtha Sekuritas, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi untuk kembali turun pada perdagangan awal pekan ini, melanjutkan tren koreksi yang terjadi pada Jumat lalu (25/9) akibat terbentuknya pola candle bearish marubozu dan penutupan di bawah level 6.290. Ivan memperkirakan target terdekat indeks berada di level 6.159, dan jika tekanan jual meningkat, IHSG dapat mencapai area support di antara 6.015 hingga 6.029.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” tulis Ivan dalam risetnya yang dikutip pada Senin (28/9). Level support IHSG terletak pada 6.159, 6.015, dan 5.850, sedangkan level resistance berada di 6.423, 6.552, dan 6.712. Support adalah area harga yang dianggap sebagai titik terendah, di mana harga biasanya akan kembali naik setelah menyentuh level tersebut. Sebaliknya, resistance adalah titik tertinggi yang dapat menyebabkan aksi jual besar-besaran setelah harga mencapai level ini.
Sentimen Pasar dan Rekomendasi Saham
Ivan juga merekomendasikan saham-saham seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA). Sementara itu, tim riset dari BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan koreksi dengan menguji level support di kisaran 6.200 hingga 6.220.
MACD masih menunjukkan momentum bearish, dan pola Head and Shoulders menunjukkan adanya tekanan jual dengan neckline sekitar 6.375. Resistance terdekat berada di kisaran 6.300 hingga 6.450. Pergerakan IHSG selanjutnya akan tergantung pada reaksi indeks di area support serta dampak dari implementasi kebijakan baru BEI terhadap volatilitas pasar.
BRI Danareksa menekankan bahwa fokus sentimen hari ini akan tertuju pada penerapan kebijakan BEI yang menurunkan batas harga minimum saham menjadi Rp 1. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas ruang perdagangan dan meningkatkan kualitas pembentukan harga, terutama bagi saham yang selama ini stagnan di level minimum. Namun, perubahan ini juga berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham-saham berharga rendah.
Dari sisi eksternal, pasar masih memperhatikan yield US Treasury 10 tahun yang berada di atas 5% serta harga minyak yang tinggi di tengah kekhawatiran inflasi global. BRI Danareksa merekomendasikan saham-saham seperti PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).