Di Jepang, seorang pria mengalami amnesia selama bertahun-tahun disebabkan oleh stres yang dialaminya di tempat kerja. Menurut laporan medis yang dipublikasikan dalam BMJ pada tahun 2019, ingatan pria tersebut mulai pulih setelah ia mengundurkan diri dan mendapatkan pekerjaan baru yang lebih sesuai.
Amnesia sering kali diasosiasikan dengan cedera kepala, namun penyebab lain juga dapat memicu kondisi ini, seperti peristiwa traumatis atau tekanan psikologis yang berat. "Amnesia disosiatif umum ditandai dengan hilangnya seluruh memori episodik autobiografis seseorang secara tiba-tiba tanpa disertai kerusakan otak organik," jelas laporan medis tersebut.
Kasus Pria Berusia 40 Tahun
Tim peneliti mencatat kasus seorang pria berusia 40 tahun yang dirawat di departemen psikiatri Rumah Sakit Universitas Hokkaido. Pria ini, yang tidak disebutkan namanya, dibesarkan di Sapporo, Hokkaido, dan dikenal sebagai sosok yang lembut dan introvert. Sebelum mengalami amnesia, ia memiliki sebuah toko buku yang kemudian bangkrut.
Setelah mengalami kebangkrutan, ia mencoba mencari pekerjaan baru dengan mengikuti sekolah pelatihan kejuruan. Namun, menjelang akhir pelatihan, ia masih belum mendapatkan pekerjaan. Pada hari terakhir pelatihan, pria tersebut mengalami kehilangan memori autobiografis dan episodik, bahkan tidak dapat mengingat namanya sendiri. Ia ditemukan berkeliaran di jalan oleh seorang teman yang membawanya pulang.
Pemulihan Setelah Pindah Pekerjaan
Setibanya di rumah sakit, pemindaian menunjukkan tidak ada kerusakan otak yang signifikan, meskipun ada penurunan aliran darah di area tertentu di otak. Tes lainnya juga menunjukkan bahwa ia mungkin mengalami sedikit penurunan fungsi kognitif, tetapi memori kerjanya masih berfungsi dengan baik. Ia didiagnosis dengan amnesia disosiatif disertai episode depresi ringan dan diberikan pengobatan. Setelah empat bulan dirawat, ia dipulangkan meskipun masih mengalami amnesia.
Karena hubungan yang buruk dengan ayahnya, ia tidak dapat kembali ke rumah dan memilih untuk tinggal di sebuah group home. Di tempat tersebut, ia mendapatkan pekerjaan di sebuah kantor kecil dan bekerja selama hampir tujuh tahun dalam kondisi amnesia disosiatif. Kemudian, ia memutuskan untuk beralih ke pekerjaan yang lebih ringan dengan jam kerja yang lebih sedikit.
Dua minggu setelah memulai pekerjaan baru, ia mulai mengingat kembali setiap detail kehidupannya. Ia mengingat bahwa ia merasa ingin mati ketika pelatihan kejuruan berakhir dan telah mengonsumsi obat secara berlebihan pada hari terakhir pelatihan. "Ketika terbangun, ia telah kehilangan seluruh memori autobiografis dan episodiknya," tulis para peneliti dalam laporan mereka.
Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa masalah aliran darah di otaknya telah pulih, meskipun tidak dapat dipastikan kapan hal itu terjadi. Namun, mereka mencatat bahwa ia kesulitan membedakan antara memori asli dan memori yang dipelajari atau dibayangkan setelah mengalami amnesia. Meskipun demikian, para peneliti yakin bahwa amnesia pria tersebut telah pulih.