Ekonomi

Purbaya Ajak Investor Berinvestasi Usai S&P Pertahankan Rating RI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang negara.

E
Eira Orelia
15 July 2026 25 pembaca
Menkeu Purbaya menilai investor saham tak perlu ragu lagi setelah S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. (Dok. Kemenkeu).
Menkeu Purbaya menilai investor saham tak perlu ragu lagi setelah S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. (Dok. Kemenkeu).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai investor saham tidak perlu ragu setelah Standard & Poor's (S&P) Global Ratings mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Menurut Purbaya, keputusan S&P menjadi sinyal positif bagi pasar, sehingga investor tidak perlu lagi ragu berinvestasi di Indonesia. "Siap-siap beli saham. Beli saham kalau anda pemain saham. Jangan takut lagi," kata Purbaya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7).

Purbaya menjelaskan bahwa keputusan S&P juga diyakini akan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ia menilai sentimen negatif yang selama ini membayangi pasar modal, pasar obligasi, dan rupiah akan berangsur hilang.

Ia tidak mempermasalahkan jika nilai tukar rupiah saat ini menyentuh Rp18 ribu per dolar AS karena asesmen dari S&P ini akan menimbulkan sentimen positif. "Jadi begitu ini (informasi mengenai asesmen S&P) keluar, clear bahwa fondasi ekonomi kita bagus. Investor akan balik ke sini secara bertahap, tapi kalau yang pinter sih akan masuk cepat," ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan, "Rupiah juga akan menguat ke depan. Kalau punya dolar, jual dolarnya." Ia juga menyatakan bahwa keputusan S&P dipengaruhi keyakinan lembaga pemeringkat tersebut terhadap solidnya hubungan pemerintah dengan DPR RI.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu dirinya bersama sejumlah perwakilan DPR RI berkunjung ke Amerika Serikat untuk bertemu investor dan S&P. "Mereka yakin juga dengan program yang bagus, dengan dukungan parlemen, harusnya kita akan bagus terus ke depan," ujar Purbaya.

Purbaya juga menilai keputusan S&P mematahkan anggapan yang menyebut kebijakan fiskal Pemerintahan Prabowo dijalankan secara tidak hati-hati. Menurutnya, hasil asesmen tersebut merupakan pengakuan internasional bahwa Indonesia mampu mengelola fiskal secara prudent sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.

Ia menyinggung sejumlah lembaga yang sebelumnya memberikan penilaian negatif terhadap Indonesia, menilai lembaga-lembaga tersebut terlalu cepat menyampaikan asesmen sebelum data ekonomi kuartal I 2026 dirilis. "Saya sudah bilang berkali-kali kan, lembaga-lembaga yang sebelumnya, yang lain, ada kemungkinan mereka offside, karena mereka melakukan assessment sebelum data triwulan pertama keluar. Ingat kan itu? Saya bilang ya terlalu cepat, bukan mereka salah, ya terlalu cepat," ujar Purbaya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki pelaksanaan kebijakan ekonomi, termasuk meningkatkan konsistensi dan memperbaiki berbagai inefisiensi yang masih ada. "Kita akan perhatikan itu dari waktu ke waktu. Yang jelas anggaran saya aman, prospek ekonomi Indonesia bagus ke depan. Anda semua enggak usah takut. Pemerintah menjalankan kebijakannya dengan baik," ujar Purbaya.

Artikel Terkait