Kesehatan

Rahasia di Balik Hairspray: Dari Pengunci Gaya Rambut Hingga Bahaya Tersembunyi Bagi Mahkota Anda

S
Safeera Anisa
29 September 2026 18 pembaca
Ilustrasi rambut bervolume. (Unsplash)
Ilustrasi rambut bervolume. (Unsplash)

Menyemprotkan hairspray sering menjadi jurus andalan untuk menjaga penampilan rambut tetap sempurna, mulai dari menambah volume hingga menjinakkan anak rambut yang sulit diatur. Kendati sangat praktis untuk menahan bentuk tatanan hingga berjam-jam, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana dampak pemakaian rutinnya terhadap kesehatan mahkota Anda.

Cara Kerja Polimer dalam Mengunci Tatanan Rambut

Kemampuan hairspray dalam mempertahankan bentuk rambut bertumpu pada formulasi kimia berisikan zat polimer khusus. Dalam wadahnya, senyawa polimer tersebut dilarutkan bersama bahan pelarut cair berbasis air maupun alkohol.

Penata rambut profesional asal Los Angeles, Dawna Jarvis, memaparkan bagaimana proses teknis zat kimia tersebut bekerja pada helai rambut.

“Ketika kamu menyemprotkannya, cairan tersebut dengan cepat menguap, meninggalkan lapisan film ini," jelas Jarvis, seperti disadur Byrdie, Senin (28/9/2026).

Lapisan tipis yang tersisa itulah yang mengikat kelompok helai rambut agar posisinya terkunci rapat dan tidak mudah berubah bentuk. Saat ini, produk penata rambut tersebut dipasarkan dalam ragam pilihan format, seperti kemasan aerosol yang menyemburkan kabut halus secara merata, botol pompa non-aerosol yang menawarkan ketahanan ekstra serta lebih ramah lingkungan, hingga dry texture spray untuk mendongkrak volume tanpa beban kaku berlebih.

Batas Aman dan Ancaman Formula Alkohol

Meskipun bermanfaat besar untuk keindahan rambut, potensi bahaya dari penggunaan hairspray sangat ditentukan oleh seberapa sering produk ini disemprotkan setiap harinya. Dokter kulit bersertifikasi ganda di Jennie Stuart Dermatology, May Hall, DO, memberikan pandangan medis terkait batas aman pemakaian produk ini.

"Dalam jumlah sedang, hairspray tidak buruk untuk rambut. Namun, jika digunakan secara berlebihan atau terlalu sering, hal itu dapat merusak atau melemahkan helaian rambut kamu," tegas Hall.

Ia mengungkapkan bahwa titik masalah utamanya berada pada zat pelarut alkohol yang dipakai agar cairan cepat mengering.

"Penggunaan yang berulang-ulang dapat membuat rambut menjadi rapuh dan kering. Alkohol yang terkandung dalam hairspray juga dapat berikatan dengan minyak di kulit kepala yang dapat membuat kamu lebih rentan terhadap ketombe dan penumpukan kotoran," paparnya.

Risiko Penumpukan Residu dan Bahaya Suhu Panas

Dampak buruk hairspray tidak berhenti pada kondisi batang rambut yang gampang patah dan kering. Bila pemakaian harian tidak diimbangi dengan kebiasaan mencuci rambut hingga bersih, sisa-sisa bahan kimia akan menumpuk di area kulit kepala. Penumpukan sisa residu ini lambat laun mengikis kilau alami rambut serta mengubah teksturnya menjadi sangat kasar kala disisir.

Risiko yang jauh lebih serius dapat terjadi apabila produk bermaterial alkohol ini terkena paparan alat penata beriklim panas tinggi, sebut saja alat pengeriting atau catokan. Kontak langsung antara suhu panas ekstrem dengan senyawa kimia pengikat berpotensi merusak pigmen sekaligus struktur terdalam rambut.

“Saat hairspray dipanaskan, ia dapat meninggalkan warna yang tampak seperti terbakar, terutama pada rambut pirang," pungkas Jarvis.

Artikel Terkait