Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyelesaikan satu tahun masa jabatannya pada Selasa (8/9). Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya bukanlah dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter, melainkan dalam menghadapi ekspektasi negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Purbaya menjelaskan bahwa ada banyak tekanan yang harus ditangani oleh pemerintah ketika ia baru menjabat sebagai menteri keuangan. Salah satu tantangan tersebut adalah demonstrasi besar yang dapat mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian. Untuk itu, ia memilih untuk membangun optimisme melalui komunikasi yang baik dengan publik. “Saya mesti kembalikan confidence ke masyarakat secepat-cepatnya. Caranya gimana? Saya terapkan pengetahuan yang disebut macroeconomic of self fulfilling prophecy,” ungkapnya saat berbicara kepada wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Pengaruh Ekspektasi Terhadap Ekonomi
Purbaya menekankan bahwa ekspektasi masyarakat memiliki dampak yang signifikan terhadap pergerakan ekonomi. Ia berpendapat bahwa ketika pelaku ekonomi percaya bahwa keadaan akan membaik, investor akan lebih berani untuk berinvestasi, masyarakat akan lebih aktif dalam berbelanja, dan dunia usaha akan terdorong untuk melakukan ekspansi. Sebaliknya, ekspektasi negatif dapat mengakibatkan perlambatan ekonomi. “Kalau semua berpikir ekonomi akan bagus nanti kenyataannya akan cenderung bagus. Investor enggak takut investasi, masyarakat enggak takut belanja, perusahaan pun enggak takut ekspansi karena mereka pikir ekonomi akan baik ke depan,” jelasnya.
Walaupun gaya komunikasinya yang optimis seringkali menuai kritik, Purbaya menegaskan bahwa sikap tersebut bukanlah bentuk kesombongan, melainkan upaya untuk menciptakan ekspektasi positif demi mendorong aktivitas ekonomi. Ia juga mengakui adanya berbagai gejolak yang memengaruhi persepsi pasar, mulai dari tekanan di pasar hingga kekhawatiran terkait penilaian lembaga pemeringkat internasional.
Perbaikan Fondasi Ekonomi dan Perubahan Berat Badan
Purbaya menilai bahwa fondasi ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Ia optimis bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh mencapai 6% dalam waktu dekat, dengan sektor swasta yang mulai aktif kembali. “Saya sudah bisa melihat mesin pertumbuhan mulai bergerak, sektor swasta mulai gerak pelan-pelan lebih cepat dari sebelumnya. Pemerintah juga berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Purbaya juga berbagi pengalaman pribadi mengenai penurunan berat badannya sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia mengungkapkan bahwa berat badannya saat pertama kali menjabat mencapai sekitar 102 kilogram, namun sempat turun hingga 88 kilogram selama menjalankan tugasnya. Saat ini, berat badannya kembali naik menjadi sekitar 97 kilogram. Ia bercanda bahwa perubahan berat badan tersebut mencerminkan beban pekerjaan yang harus ditanggungnya. “Lihat berat badan saya kan? Pas jadi menteri saya 102, sekarang 97. Sebelumnya turun sampai 88, berarti kerjanya memang berat di Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Meskipun mengakui bahwa pekerjaan sebagai Menteri Keuangan cukup menantang, Purbaya merasakan kepuasan tersendiri selama setahun terakhir. Sebagai seorang ekonom, ia menikmati kesempatan untuk menguji teori ekonomi secara langsung melalui kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. “Kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan ya, itu paling menarik adalah ketika kita bisa menguji teori-teori di lapangan langsung dan kita lihat hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau yang kita rencanakan,” tuturnya.