PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), perusahaan yang berhubungan dengan pengusaha Haji Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, sedang mempersiapkan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II, yang dikenal juga sebagai rights issue. Melalui langkah ini, perusahaan menargetkan penggalangan dana mencapai US$463 juta, setara dengan Rp 8,19 triliun.
Perusahaan berencana untuk menerbitkan hingga 100 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 10 per lembar saham. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha PACK, termasuk rencana untuk memperluas bisnis di sektor pertambangan bijih nikel melalui akuisisi beberapa perusahaan.
Persetujuan Pemegang Saham dan Penggunaan Dana
Dalam keterbukaan informasi, PACK menjelaskan bahwa rencana aksi korporasi ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 November 2026. Dana yang diperoleh dari pelaksanaan PMHMETD II, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk melunasi pinjaman, membeli saham Denway Development Limited (DDL), serta untuk modal kerja perusahaan dan/atau entitas anak.
Manajemen PACK mengungkapkan, "Perseroan memperkirakan akan memperoleh dana tambahan dari hasil PMHMETD II yang dapat digunakan untuk modal kerja Perseroan dan/atau Entitas Anak untuk bidang usaha yang baru."
Peran PT Eco Energi Perkasa dan Akuisisi Bumanik
Sehubungan dengan rencana ini, PT Eco Energi Perkasa akan menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dimiliki. Perusahaan ini juga akan berfungsi sebagai pembeli siaga untuk memastikan pembelian saham yang tidak diambil oleh pemegang saham PACK dalam PMHMETD II, sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Komitmen maksimum untuk pembelian siaga tersebut mencapai US$418 juta atau sekitar Rp 7,40 triliun, berdasarkan kurs Rp 17.703 per dolar AS pada 31 Agustus 2026.
Selain melakukan rights issue, PACK juga berencana untuk menambah kegiatan usaha baru dengan mengakuisisi PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik), serta meningkatkan modal dasar dan modal yang ditempatkan dan disetor penuh, serta membeli saham DDL. Melalui anak perusahaannya, PT Gemilang Padma Raya dan PT Daya Unggul Raya, PACK berencana untuk mengakuisisi 100% saham Bumanik dengan nilai transaksi sebesar US$79 juta atau sekitar Rp 1,40 triliun, berdasarkan kurs yang sama.
Nilai transaksi untuk akuisisi Bumanik setara dengan 26,40% dari nilai ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026. Bumanik sendiri adalah perusahaan pertambangan bijih nikel yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dengan luas konsesi mencapai 4.778 hektare. Melalui transaksi ini, PACK berharap dapat mengembangkan usaha di Morowali dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan induk yang fokus pada industri pertambangan bijih nikel.
PACK menilai bahwa perubahan kegiatan usaha ini dapat memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan dan kondisi keuangan perusahaan. Diharapkan peningkatan penjualan bersih dan perbaikan ekuitas dapat tercapai di masa mendatang, sehingga memberikan nilai tambah bagi semua pemegang saham.
Selain Bumanik, PACK juga berencana untuk membeli saham Denway Development Limited (DDL) sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis di sektor pertambangan mineral. Rencana transaksi ini didasarkan pada perjanjian yang ditandatangani pada 22 Oktober 2026, dengan nilai pembelian saham DDL mencapai US$324 juta atau setara Rp 5,74 triliun, berdasarkan kurs yang sama. Nilai transaksi ini setara dengan 108,26% dari nilai ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026.
PACK menganggap akuisisi DDL akan memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha di sektor pertambangan. Setelah transaksi selesai, DDL akan menjadi anak perusahaan langsung dari PACK dan diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional serta memperkuat strategi bisnis perusahaan.
Perusahaan juga menyatakan bahwa kepemilikan DDL diharapkan dapat memfasilitasi investasi yang lebih optimal dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan, pemegang saham, serta masyarakat. Dalam keterbukaan informasi, seluruh rencana tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB sesuai dengan ketentuan pasar modal yang berlaku.
Berdasarkan data perusahaan, saham PACK dikuasai oleh PT Eco Energi Perkasa dengan porsi 38,51%. Haji Isam memiliki 20,05% saham secara langsung, sedangkan 41,44% sisanya dimiliki oleh masyarakat dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5%. Sebelumnya, PACK dikenal sebagai PT Solusi Kemasan Digital Tbk, yang didirikan pada tahun 2001 di Tangerang, Banten, dan bergerak di industri kemasan plastik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari makanan ringan hingga kosmetik.