Ekonomi

--- Rupiah Melemah di Tengah Kenaikan Inflasi AS dan Ekspektasi Suku Bunga ---

--- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada Kamis pagi, terpengaruh oleh data inflasi konsumen di Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. ---

A
Adhe Dharma
15 October 2026 19 pembaca
Ade Rosman
Ade Rosman
---TITLEEXCERPT--- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada Kamis pagi, terpengaruh oleh data inflasi konsumen di Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. ---CONTENT---

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penurunan pada pembukaan pasar Kamis (15/10) pagi. Berdasarkan informasi dari Bloomberg, rupiah dibuka pada posisi Rp 17.951, yang menunjukkan penurunan sebesar 48 poin atau sekitar 0,27% dibandingkan penutupan sebelumnya di angka Rp 17.903 per dolar AS.

Penyebab Pelemahan Rupiah

Menurut analis dari Doo Financial, Lukman Leong, pelemahan nilai tukar rupiah ini disebabkan oleh data inflasi konsumen di AS yang mengalami kenaikan. “Rupiah diperkirakan dibuka melemah terhadap dolar AS setelah data menunjukkan kenaikan pada inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kenaikan pada ekspektasi suku bunga the Fed,” ungkap Lukman saat dihubungi pada hari yang sama.

Antisipasi Data Inflasi Produsen

Lukman juga menambahkan bahwa para investor masih menunggu informasi mengenai data inflasi produsen AS yang dijadwalkan dirilis pada malam harinya. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan bahwa inflasi tahunan di AS meningkat menjadi 3,7% pada bulan September 2026, naik dari 3,4% pada bulan Agustus. Sementara itu, inflasi inti tercatat naik menjadi 2,6% secara tahunan pada bulan September, meningkat dari 2,4% pada bulan sebelumnya. Indeks harga konsumen (IHK) AS juga menunjukkan kenaikan sebesar 0,6% pada bulan September dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan inflasi inti meningkat 0,3% secara bulanan.

Artikel Terkait