Ekonomi

--- Rupiah Menguat Seiring Berita Positif dari AS dan Cina ---

--- Nilai tukar rupiah mengalami penguatan tipis sebesar 0,07% pada perdagangan Jumat, didorong oleh membaiknya hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina. ---

D
Dinda Mughni
27 September 2026 27 pembaca
Agustiyanti
Agustiyanti
---TITLEEXCERPT--- Nilai tukar rupiah mengalami penguatan tipis sebesar 0,07% pada perdagangan Jumat, didorong oleh membaiknya hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina. ---CONTENT---

Nilai tukar rupiah tercatat menguat sebesar 0,07% menjadi 17.903 per dolar AS pada perdagangan yang berlangsung pada Jumat, 25 September. Analis mata uang dan Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menjelaskan bahwa penguatan ini dipicu oleh perbaikan hubungan antara AS dan Cina.

Perpanjangan Gencatan Senjata Perdagangan

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Jakarta, Ibrahim mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, telah mengonfirmasi kesepakatan antara Washington dan Beijing untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan hingga 10 Januari 2027. Mengutip dari Anadolu, Bessent menyatakan bahwa perpanjangan ini bertujuan untuk mengurangi ketegangan ekonomi yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 10 November.

Lebih lanjut, Bessent juga mengisyaratkan kemungkinan adanya pengumuman tambahan dari delegasi Cina dalam beberapa hari mendatang, termasuk kesepakatan untuk meningkatkan pembelian produk pertanian dari AS serta potensi kesepakatan di sektor jasa keuangan. Pengumuman ini muncul setelah Bessent dan Wakil Perdana Menteri Cina, He Lifeng, mengadakan pertemuan mendadak di Washington.

Sentimen Pasar dan Data Ekonomi

Selain itu, terdapat informasi bahwa AS dan Iran sedang menjajaki kemungkinan penyelesaian bertahap dari konflik yang melibatkan langkah Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan langkah Washington untuk mencabut blokade ekonomi terhadap Iran. Sentimen positif lainnya juga datang dari pernyataan pejabat The Fed. Presiden The Fed wilayah New York, John Williams, menekankan pentingnya mengembalikan inflasi ke target yang ditetapkan, sehingga wajar jika suku bunga dinaikkan sebelum akhir tahun.

Presiden The Fed wilayah Cleveland, Beth Hammack, juga memperingatkan bahwa "semakin lama inflasi tetap tinggi, semakin sulit untuk mengembalikannya ke target." Pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh data Purchasing Managers’ Index (PMI) S&P Global AS yang menunjukkan hasil positif, dengan PMI Komposit mencapai level tertinggi dalam lima tahun di angka 58,4 pada bulan September. Selain itu, data klaim awal tunjangan pengangguran AS turun menjadi 197 ribu pada pekan yang berakhir 19 September, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang mencapai 201 ribu.

Di sisi lain, kurs rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini menunjukkan pelemahan ke level 17.917 per dolar AS, dari sebelumnya yang tercatat di angka 17.898 per dolar AS.

Artikel Terkait