Ekonomi

RUPS Beberapa Emiten Akan Digelar pada 1 Juli 2026, Apa Saja Agendanya?

Tiga emiten akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 1 Juli 2026, dengan agenda yang beragam mulai dari kuasi reorganisasi hingga penjaminan utang.

V
Vina Maharani
30 June 2026 52 pembaca
Besok, 1 Juli 2026, tiga emiten yaitu CGAS, GMFI dan KIOS akan menggelar RUPS di tempat yang berbeda. (Foto: KabarBursa)
Besok, 1 Juli 2026, tiga emiten yaitu CGAS, GMFI dan KIOS akan menggelar RUPS di tempat yang berbeda. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Pada hari Rabu, 1 Juli 2026, sejumlah emiten akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rapat ini akan membahas berbagai agenda, termasuk aksi korporasi yang berpotensi mengubah struktur permodalan, permohonan persetujuan untuk penjaminan aset, serta perubahan dalam jajaran pengurus. Tiga emiten yang akan menggelar RUPS tersebut adalah PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), PT Cardig Aero Services Tbk (CGAS), dan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS).

GMFI Rencanakan Kuasi Reorganisasi

Perhatian utama tertuju pada GMFI, yang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akan meminta persetujuan dari pemegang saham untuk melaksanakan kuasi reorganisasi. Rencana ini mencakup pengurangan modal dasar, modal yang ditempatkan, dan modal disetor melalui penurunan nilai nominal saham sebagai bagian dari proses kuasi reorganisasi. Selain itu, GMFI juga akan meminta persetujuan untuk mengubah Pasal 4 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Anggaran Dasar sebagai konsekuensi dari pengurangan modal tersebut.

Kuasi reorganisasi adalah mekanisme akuntansi yang memungkinkan perusahaan untuk merestrukturisasi ekuitas setelah mendapatkan persetujuan dari regulator dan pemegang saham. Tujuannya adalah untuk menghilangkan saldo defisit yang membebani laporan keuangan, sehingga struktur permodalan menjadi lebih sehat secara akuntansi. Agenda ini menjadi salah satu keputusan strategis yang menarik perhatian investor karena berkaitan langsung dengan struktur modal perusahaan.

Menjelang RUPSLB, saham GMFI menunjukkan pergerakan yang terbatas. Pada perdagangan Selasa sore, 30 Juni 2026, saham ditutup di level Rp51, mengalami penurunan 1 poin atau 1,92 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp52. Saham dibuka pada level Rp52 dan sempat mencapai harga terendah Rp50 sebelum ditutup di Rp51. Aktivitas perdagangan GMFI mencatat volume sekitar 562,05 ribu lot dengan nilai transaksi mencapai Rp2,8 miliar, sementara rata-rata harga transaksi berada di kisaran Rp50.

CGAS Ajukan Persetujuan Penjaminan Utang

PT Cardig Aero Services Tbk (CGAS) memiliki agenda berbeda dalam RUPS tahunan mereka. Perusahaan ini akan meminta persetujuan dari pemegang saham untuk menjadikan kekayaan perusahaan sebagai jaminan utang, yang nilainya dapat melebihi 50 persen dari total kekayaan bersih perusahaan, baik dalam satu transaksi maupun beberapa transaksi yang saling berkaitan atau tidak. Persetujuan ini umumnya diperlukan sebagai dasar hukum jika perusahaan akan memperoleh fasilitas pendanaan yang melibatkan aset besar sebagai jaminan.

Namun, agenda ini tidak berarti perusahaan akan langsung menambah utang, melainkan memberikan wewenang kepada direksi untuk melakukannya jika diperlukan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menjelang RUPS, saham CGAS juga mengalami penurunan. Saham ditutup di level Rp136, turun 9 poin atau 6,21 persen dibandingkan harga penutupan sebelumnya di Rp145. Pada hari perdagangan tersebut, CGAS dibuka di level Rp145 dan sempat mencapai harga tertinggi Rp150 sebelum akhirnya melemah hingga Rp136 yang menjadi level penutupan dan harga terendah intraday. Volume transaksi tercatat sekitar 30,57 ribu lot dengan nilai perdagangan sekitar Rp425,9 juta, dan rata-rata harga transaksi Rp139.

KIOS Laksanakan RUPS dengan Agenda Rutin

PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) akan melaksanakan RUPS tahunan dengan agenda yang lebih bersifat rutin. Pemegang saham akan diminta untuk menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, menunjuk kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, menetapkan remunerasi bagi direksi dan dewan komisaris, serta memberikan persetujuan atas perubahan susunan direksi dan/atau dewan komisaris.

Meskipun agenda yang dibahas bersifat rutin tahunan, saham KIOS mengalami tekanan paling besar dibandingkan dua emiten lainnya. Hingga penutupan perdagangan hari ini, saham KIOS berada di level Rp77, turun 6 poin atau 7,23 persen dari posisi sebelumnya di Rp83. Saham ini dibuka pada harga Rp85 dan sempat turun hingga menyentuh Rp74 sebelum ditutup di Rp77. Aktivitas perdagangan mencapai sekitar 88,59 ribu lot dengan nilai transaksi Rp694,8 juta, sementara rata-rata harga transaksi berada di level Rp78.

Menjelang pelaksanaan RUPS, respons pasar cenderung berhati-hati. Semua saham yang akan menggelar rapat ditutup di zona merah, meskipun agenda yang dibahas memiliki karakteristik yang berbeda.

Artikel Terkait