Regulator kesehatan Rusia pada hari Rabu mengumumkan bahwa tidak ada ancaman wabah penyakit menular di Siberia setelah seorang pekerja di sebuah institut penelitian penyakit pes meninggal dunia. Pengumuman ini disampaikan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta informasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian pekerja tersebut.
Menurut laporan, pekerja laboratorium yang berusia 28 tahun itu meninggal pada hari Jumat lalu akibat pneumonia, namun penyebab pasti dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Kematian ini menimbulkan kekhawatiran di tingkat internasional, termasuk perhatian dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sekitar 200 orang sempat menjalani karantina sebagai langkah pencegahan.
Kewaspadaan Global Terkait Pneumonia
Pejabat kesehatan global dan media di berbagai negara kini lebih waspada terhadap kasus pneumonia dengan penyebab yang tidak jelas, terutama setelah pengalaman dari pandemi COVID-19. Pandemi ini dimulai dari kluster penyakit pernapasan yang menyebar dengan cepat dan menyebabkan kematian di China.
WHO sebelumnya menyatakan bahwa risiko bagi masyarakat umum terkait kasus ini di Rusia berada pada tingkat rendah berdasarkan informasi yang ada. Namun, dalam konferensi pers pada hari Rabu, WHO mengungkapkan bahwa mereka belum dapat melakukan penilaian risiko secara menyeluruh karena informasi yang diterima dari otoritas Rusia masih terbatas.
Tindakan Pencegahan Dihentikan
Badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan pada hari Rabu bahwa mereka mulai menghentikan langkah-langkah pencegahan yang sebelumnya diterapkan setelah menyimpulkan bahwa tidak ada risiko wabah. Mereka juga menginformasikan bahwa tidak ada kasus penyakit pes yang ditemukan pada orang-orang yang berhubungan dengan pekerja yang meninggal tersebut, Darya Shipilova.
Sebanyak 90 persen dari individu yang sebelumnya dikarantina telah dibebaskan setelah hampir 5.000 pemeriksaan laboratorium tidak menemukan patogen berbahaya. Rospotrebnadzor juga menyebutkan bahwa Shipilova telah mendapatkan vaksinasi sehingga "kebal terhadap infeksi berbahaya yang menjadi bagian dari pekerjaannya". Namun, badan tersebut tidak memberikan penjelasan mengenai penyebab pneumonia yang menyebabkan kematiannya maupun bagaimana ia bisa terinfeksi.