🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Nasional

Said Didu Meminta Maaf atas Pernyataan Terkait EO yang Disebut Sarang Korupsi

Said Didu menyampaikan permintaan maaf terkait komentarnya yang menyebut Event Organizer sebagai sarang korupsi, menjelaskan niat sebenarnya di balik pernyataannya.

Ananta Prana

Penulis

09 April 2026
7 kali dibaca
Said Didu Meminta Maaf atas Pernyataan Terkait EO yang Disebut Sarang Korupsi

Dalam sebuah pernyataan yang menuai kontroversi, Said Didu meminta maaf setelah menyebut Event Organizer (EO) sebagai sarang korupsi. Pernyataan ini, yang diucapkannya dalam sebuah forum diskusi, memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk para pelaku industri kreatif. Didu menjelaskan bahwa maksud sebenarnya dari komentarnya adalah untuk menyoroti sejumlah praktik dalam dunia penyelenggaraan acara yang diduga tidak transparan dan patut dipertanyakan.

“Pernyataan saya tidak dimaksudkan untuk menyerang individu atau seluruh industri EO, tetapi lebih kepada perlunya peningkatan integritas dan transparansi dalam setiap aspek penyelenggaraan acara,” jelas Said Didu dalam siaran pers yang diterima oleh media. Ia menambahkan bahwa kritiknya ditujukan agar para pelaku industri dapat melakukan introspeksi dan mendorong perbaikan.

Reaksi terhadap pernyataan Didu bervariasi, dengan beberapa pihak mendukung niatnya untuk menunjukkan pentingnya etika dalam industri acara. Di sisi lain, tidak sedikit yang merasa bahwa ucapannya terlalu umum dan berpotensi menstigmatisasi seluruh sektor. Salah satu pelaku industri yang berkomentar, Rina, seorang Event Organizer, menyatakan, “Pernyataan seperti itu bisa memberikan dampak negatif bagi reputasi kami. Kami selalu berusaha untuk menjalankan pekerjaan dengan baik dan transparan.”

Didu juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk menciptakan lingkungan yang mendukung transparansi. Ia menegaskan bahwa upaya untuk memperbaiki kondisi ini perlu dilakukan secara kolektif dan bukan hanya dengan menyalahkan satu pihak. “Kami butuh regulasi yang jelas dan dukungan dari semua pihak untuk memastikan industri ini berkembang dengan baik tanpa adanya praktik yang merugikan,” tambahnya.

Pelajaran yang dapat diambil dari insiden ini adalah pentingnya komunikasi yang hati-hati dan mempertimbangkan dampak dari setiap pernyataan yang diucapkan, terutama oleh figur publik. Dengan semakin luasnya akses informasi dan kritik masyarakat, setiap pernyataan dapat memicu reaksi yang tidak terduga. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam berbicara menjadi hal yang sangat diperlukan.

Kedepannya, Said Didu berharap agar diskusi mengenai integritas dalam industri event dapat terus berlanjut. Ia berkomitmen untuk terlibat dalam dialog terbuka guna menemukan solusi yang lebih baik bagi seluruh pelaku industri. Dengan langkah ini, diharapkan stigma negatif terhadap EO dapat dihapus dan tercipta lingkungan yang lebih profesional dan transparan.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id