🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Sebanyak 22 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Korps Lalu Lintas Polri melaporkan bahwa 22 persen kendaraan pemudik masih berada di luar Jakarta, dengan langkah rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi arus balik.

Adhe Dharma

Penulis

28 March 2026
6 kali dibaca
Sebanyak 22 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sekitar 22 persen kendaraan yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 belum kembali ke Jakarta. Situasi ini menciptakan perhatian khusus mengingat jumlah pemudik yang diharapkan kembali secara bersamaan setelah libur panjang.

Salah satu faktor yang mempengaruhi lambatnya arus balik ini adalah banyaknya pemudik yang memilih untuk memperpanjang waktu berlibur di kampung halaman. Berdasarkan data yang diterima dari berbagai titik, petugas mencatat bahwa kendaraannya masih terlihat mendominasi di beberapa jalur utama, terutama di wilayah Jawa dan Bali.

Dalam menghadapi situasi ini, Polri telah merumuskan skema rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan saat arus balik berlangsung. “Kami sudah mempersiapkan beberapa skenario, termasuk pengaturan waktu dan lokasi buka tutup jalan untuk mengoptimalkan kelancaran arus lalu lintas,” ujar Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Firman Shantyabudi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir penumpukan kendaraan di titik-titik rawan kemacetan.

Petugas kepolisian juga meminta kepada pemudik yang belum kembali untuk memperhatikan kondisi jalan dan waktu perjalanan agar tidak terjebak dalam kemacetan yang parah. “Kami berharap para pemudik dapat merencanakan perjalanan mereka dengan baik, dan jika memungkinkan, pulanglah pada waktu yang tidak bersamaan dengan puncak arus balik,” tambahnya.

Selain itu, anggota Korlantas juga telah disiagakan di berbagai lokasi strategis untuk memberikan arahan dan bantuan kepada pemudik yang membutuhkan. Penempatan petugas ini bertujuan agar masyarakat merasa aman dan nyaman selama perjalanan mereka kembali ke ibu kota.

Dengan adanya upaya-upaya tersebut, diharapkan arus balik dapat berjalan dengan lebih lancar dan aman. Pihak kepolisian terus memantau situasi di lapangan serta siap untuk beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan dari petugas untuk kebaikan bersama.

Keberadaan rencana rekayasa lalu lintas oleh Polri menjadi langkah strategis untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang diprediksi akan meningkat menjelang akhir masa libur Lebaran. Penanganan yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan pemudik dalam perjalanan kembali ke Jakarta.

Sementara itu, perkembangan selanjutnya terkait arus balik akan terus diperbarui oleh Korlantas, dan masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi yang dirilis untuk mendapatkan berita terbaru mengenai situasi lalu lintas.

Artikel Terkait

Sumber: www.jpnn.com