Ekonomi

Sektor Pariwisata Kulon Progo Panen Retribusi: Target 2026 Tembus Lebih Cepat, Potensi Tambahan Rp 2,5 Miliar Menanti

S
Safeera Anisa
09 October 2026 27 pembaca
Salah satu obyek baru yang menarik banyak wisatawan berkunjung ke destinasi wisata Pantai Glagah, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (KOMPAS.COM/DANI JULIUS)
Salah satu obyek baru yang menarik banyak wisatawan berkunjung ke destinasi wisata Pantai Glagah, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (KOMPAS.COM/DANI JULIUS)

KULON PROGO — Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatatkan performa keuangan yang impresif di sektor pariwisata sepanjang tahun 2026. Jauh sebelum kalender anggaran berakhir, perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi tempat wisata telah resmi melampaui sasaran yang ditetapkan pemerintah daerah.

Capaian Retribusi Lampaui Target dan Rekor Tahun Lalu

Hingga akhir September 2026, perolehan retribusi pariwisata yang masuk ke kas daerah Kulon Progo telah menembus angka Rp 7,789 miliar. Capaian ini secara langsung melampaui target tahunan sebesar Rp 7,7 miliar yang dicanangkan untuk tahun 2026.

Performa ini menunjukkan lompatan yang menggembirakan jika dibandingkan dengan catatan tahun sebelumnya. Terkait lonjakan penerimaan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman memberikan keterangannya sebagaimana dikutip dari Tribun Jogja pada Rabu (7/10/2026).

"Realisasi perolehan retribusi wisata tahun ini juga lebih tinggi dari tahun 2025 lalu yang mencapai Rp 6,7 miliar," ujar Sutarman.

Animo Wisatawan Melonjak dan Dominasi Pantai Glagah

Keberhasilan melampaui target anggaran ini berjalan seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk berlibur ke Kulon Progo. Berdasarkan pendataan Dinas Pariwisata Kulon Progo, sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 794.007 wisatawan telah berkunjung.

Angka tersebut dihimpun dari 10 destinasi wisata yang dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo, di luar kunjungan yang mengalir ke berbagai desa wisata. Total pergerakan wisatawan ini pun telah melampaui angka kunjungan sepanjang tahun 2025 yang berada di kisaran 700.000 orang.

Dari seluruh objek wisata yang ada, Pantai Glagah mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit yang menyumbang angka kunjungan sekaligus penerimaan retribusi tertinggi. Jika dilihat dalam kurun bulanan, puncak kunjungan terbanyak tercipta pada Juni 2026 dengan pergerakan 125.976 wisatawan yang menyetorkan retribusi hingga menembus lebih dari Rp 1,231 miliar.

Terobosan Digitalisasi GORA Pay di TPR Pantai Glagah

Mengingat retribusi pariwisata merupakan tumpuan PAD yang potensial seiring bertambahnya pelancong, langkah optimalisasi terus dipacu. Salah satu terobosan yang ditempuh adalah digitalisasi pembayaran retribusi melalui sistem GORA Pay atau Kulon Progo Retribution Access and Payment.

Sistem ini menjalani masa uji coba di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Glagah pada rentang 1 hingga 5 Oktober 2026. Pembayaran digital tersebut mengandalkan mesin Mobile Point of Sale (MPOS) untuk merekam transaksi secara langsung, baik secara tunai maupun nontunai, demi mencegah potensi kebocoran pendapatan.

"Kami tentunya akan melihat apakah penggunaan teknologi bisa memberi dampak signifikan pada pendapatan daerah atau tidak," jelas Sutarman.

Riak Penyesuaian di Lapangan dan Target Sisa Dua Bulan

Kendati menghadirkan kepraktisan, penerapan teknologi baru ini masih menghadapi dinamika penyesuaian di garis depan. Ketua Desa Wisata Glagah Bayu Puspo menuturkan bahwa para petugas TPR masih membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dalam mengoperasikan perangkat MPOS yang baru tersebut.

"Proses yang lama ini membuat kendaraan pengunjung agak mengantre di TPR," ungkap Bayu.

Selain masalah adaptasi, Bayu menilai ketersediaan unit MPOS saat ini masih belum mencukupi saat terjadi lonjakan pengunjung di hari-hari tertentu, sehingga ia berharap ada penambahan alat agar pelayanan di TPR Pantai Glagah menjadi lebih efektif.

Meski diwarnai evaluasi teknis, Dinas Pariwisata Kulon Progo tetap memelihara optimisme di sisa dua bulan menuju penutupan tahun 2026. Dengan tren kunjungan yang positif, pihak dinas memproyeksikan adanya tambahan penerimaan retribusi sekitar Rp 2,5 miliar lagi hingga penghujung tahun.

Artikel Terkait