🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Senator PFM Mendesak Kejaksaan Agung untuk Memeriksa Ketua MRP Se-Tanah Papua Terkait Transparansi Dana Otsus

Senator Paul Finsen Mayor menekankan pentingnya Kejaksaan Agung RI untuk menyelidiki penggunaan dana Otonomi Khusus oleh Ketua MRP di Papua demi transparansi.

Vina Maharani

Penulis

22 March 2026
12 kali dibaca
Senator PFM Mendesak Kejaksaan Agung untuk Memeriksa Ketua MRP Se-Tanah Papua Terkait Transparansi Dana Otsus

Senator Paul Finsen Mayor dari Provinsi Papua Barat menegaskan perlunya Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk segera memanggil dan meminta keterangan dari seluruh Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) terkait pengelolaan dan penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus). Desakan ini muncul dalam konteks pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut yang sangat krusial bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

Menurut Senator Mayor, penggunaan dana Otsus yang mencapai angka miliaran rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas. "Kami ingin memastikan bahwa setiap sen dari dana Otsus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," ujarnya. Ia menyatakan bahwa berbagai laporan yang beredar mengenai dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana tersebut menjadi alasan kuat bagi pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Lebih lanjut, Senator Mayor menjelaskan bahwa ketidakjelasan dalam penggunaan dana Otsus dapat mengecewakan masyarakat yang telah berharap banyak terhadap kebijakan otonomi khusus ini. "Jika tidak ada tindakan tegas, kami khawatir kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin menurun," tegasnya. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat masyarakat Papua sangat bergantung pada dana tersebut untuk peningkatan infrastruktur dan pelayanan publik.

Senator Mayor juga menyampaikan bahwa selama ini banyak masyarakat yang merasa tidak mendapatkan manfaat nyata dari dana Otsus. "Kami menerima berbagai keluhan dari masyarakat tentang lambannya pembangunan dan minimnya transparansi. Mereka berhak tahu ke mana arah penggunaan dana Otsus," tambahnya. Kesengsaraan yang dialami oleh masyarakat, lanjutnya, harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak agar tidak ada lagi kesenjangan yang semakin lebar antara pusat dan daerah.

Di sisi lain, pihak Kejaksaan Agung hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi mengenai respons terhadap desakan yang disampaikan oleh Senator. Namun, dengan adanya perhatian yang meningkat dari berbagai elemen masyarakat dan legislatif, diharapkan proses pemeriksaan dapat segera dilakukan. Hal ini menjadi langkah awal untuk memastikan kejelasan dan kepatuhan dalam pengelolaan dana Otsus di Papua, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Dengan banyaknya sorotan terhadap isu ini, akan menarik untuk menyaksikan langkah-langkah yang akan diambil oleh Kejaksaan Agung ke depannya. Penyelidikan yang tepat dan akuntabel diharapkan dapat menciptakan kepercayaan publik dan mewujudkan pengelolaan dana Otsus yang lebih baik di masa mendatang.

Artikel Terkait

Sumber: www.jpnn.com