Nasional

Siklus Sampah yang Berulang: Ketika Rumah Pasutri di Meruyung Kembali Dipenuhi Barang Rongsok

S
Safeera Anisa
15 October 2026 23 pembaca
Penampakan ruang tamu rumah Oja dan Apriyanah yang dipenuhi sampah sehingga sulit untuk masuk ke bagian dalam rumah. (KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
Penampakan ruang tamu rumah Oja dan Apriyanah yang dipenuhi sampah sehingga sulit untuk masuk ke bagian dalam rumah. (KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)

Awal Mula dan Kebersihan yang Tak Bertahan Lama

Kondisi keprihatinan melanda sebuah hunian di Jalan Tiga Putra, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, tempat tinggal pasangan suami istri Oja (41) dan Apriyanah (36), yang kembali disesaki tumpukan limbah serta barang bekas. Upaya pembenahan sebenarnya bukan hal baru bagi lingkungan sekitar, sebab sekitar tahun 2020 lalu, warga pernah bergerak bersama membersihkan kediaman tersebut lantaran sempat tertimpa pohon.

Ahmad Firdaus selaku Ketua RW 04 Meruyung menjelaskan bahwa aksi tanggap kala itu menggerakkan elemen masyarakat luas, mulai dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), jajaran pengurus RT dan RW, ormas Pemuda Pancasila, hingga warga setempat. Namun, kerapian itu tidak bertahan lama karena perabot tak terpakai secara bertahap kembali dimasukkan ke dalam bangunan hingga menumpuk seperti sekarang.

Saat ditemui di kediamannya pada Rabu (14/10/2026), Ahmad menuturkan, "Dulu pernah kena musibah juga ketimpa pohon kan yang di atas, itu masyarakat lagi yang turun bantu lagi. Itu tuh dirapihin rumahnya, banyak barang-barang enggak dipakai. Eh enggak tahunya dimasukkan-masukkin lagi,". Ia menegaskan bahwa kepedulian lingkungan telah ditunjukkan secara nyata, sehingga pihak keluarga diharapkan memiliki kesadaran mandiri untuk menjaga kebersihan tempat tinggal mereka. "Itu kita sudah mencontohkan, selanjutnya harusnya dijagalah oleh yang bersangkutan. Masa iya warga diminta bantuan terus, cuma sekadar kebersihan rumah sendiri,” tegas Ahmad.

Limbah Meluap hingga Menutup Akses Jalan Tetangga

Masalah penumpukan barang bekas ini tidak hanya bersumber di area dalam rumah, melainkan meluap hingga mengganggu fasilitas warga. Karung dan barang rongsokan diletakkan memanjang di gang yang menjadi rute perlintasan menuju tempat tinggal salah satu tetangganya. Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, hamparan pakaian bekas, kantong plastik, wadah bekas, hingga perkakas rumah tangga menutupi lantai interior. Di luar rumah, area teras dan gang dipenuhi susunan karung botol plastik serta galon bekas hingga setinggi pinggang orang dewasa yang mempersempit jalan.

Kondisi menyempitnya akses jalan tersebut sempat memicu ketegangan, walaupun tetangga terdampak masih mempunyai rute alternatif lain. Ahmad menyebutkan bahwa pengurus lingkungan telah berulang kali memberikan teguran. "Justru udah malah ribut jadinya. Dia (tetangga Oja) udah malas bilang sebetulnya. Sebetulnya tuh akses buat masuk rumah dia tetangganya. Oleh karena itu dia naruh sampah di situ segala macamlah, bawa barang rongsok gitu," kata Ahmad. Ia juga meluruskan anggapan bahwa warga acuh tak acuh, dengan menegaskan bahwa pengurus RT dan RW telah berkali-kali memberikan bantuan: "Jadi, ya kondisinya begitu, bukannya dari lingkungan enggak ada perhatian ya, itu lingkungan RT-nya pun sama sebetulnya mah, pengurus lingkungan juga udah udah berapa kali ngebantu,".

Penanganan Usai Viral dan Pengakuan Pemilik Rumah

Penanganan resmi akhirnya bergulir setelah kondisi rumah penuh sampah ini terekspos dan viral di media sosial. Anggota DPRD bersama petugas dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan. Sebagian tumpukan barang kini telah dipindahkan ke halaman depan agar siap diangkut petugas.

Saat diwawancarai di rumahnya pada Rabu (14/10/2026), Oja menyampaikan kepasrahannya menunggu proses pembersihan secara menyeluruh. “Alhamdulillah sudah pada bantu. Katanya mau dibersihin dulu. Nanti baru ditempatin lagi. Hari Jumat atau hari apa enggak tahu deh. Pokoknya mah ngikutin bae,” ujar Oja.

Senada dengan sang suami, Apriyanah menyatakan tidak keberatan jika sampah dan perabot tak terpakai di rumahnya dibuang. Lewat pesan singkat pada Rabu (14/10/2026), Apriyanah mengaku senang jika tempat tinggal mereka dibersihkan: “Enggak lah, malah saya senang kalau barang atau sampah itu mau dibuang,”. Ia lantas membeberkan kendala utama yang menyebabkan sampah terus menggunung di rumah mereka, yaitu kendala finansial. "Ya tidak ada uang buat bayar sampahnya," terang Apriyanah.

Artikel Terkait