Singapura menduduki peringkat teratas dalam hasil PISA 2025 di kawasan Asia Tenggara. Dalam asesmen yang diikuti oleh delapan negara ASEAN, Singapura mencatat skor 560 untuk sains, 563 untuk matematika, 535 untuk membaca, dan 563 untuk pemecahan masalah komputasional. Hasil dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 ini diumumkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada bulan September 2026, dengan partisipasi lebih dari 760.000 siswa berusia 15 tahun dari 91 negara dan ekonomi.
Indonesia, di sisi lain, berada di posisi keenam dalam peringkat berdasarkan skor sains, dengan pencapaian 389 poin. Untuk bidang lainnya, Indonesia meraih 364 poin untuk matematika, 365 poin untuk membaca, dan 427 poin untuk pemecahan masalah komputasional. Capaian Singapura terlihat sangat menonjol di ketiga bidang utama yang diukur oleh PISA, yakni sains, matematika, dan membaca.
Posisi Negara-Negara ASEAN dalam PISA 2025
OECD mencatat bahwa skor 560 untuk sains menempatkan Singapura di antara negara-negara dengan capaian tertinggi dalam PISA 2025. Untuk matematika, skor 563 juga termasuk salah satu yang tertinggi secara global, sedangkan skor membaca 535 adalah yang tertinggi di antara semua peserta. Dalam pemecahan masalah komputasional, Singapura memperoleh 563 poin, yang juga merupakan salah satu skor tertinggi di antara peserta PISA 2025.
Vietnam menempati posisi kedua di antara negara-negara ASEAN dengan capaian 457 poin untuk sains, 443 poin untuk matematika, 392 poin untuk membaca, dan 461 poin untuk pemecahan masalah komputasional. Brunei Darussalam mengikuti dengan 439 poin untuk sains, 435 poin untuk matematika, 426 poin untuk membaca, dan 496 poin untuk CPS. Thailand mencatat 432 poin untuk sains, 407 poin untuk matematika, 392 poin untuk membaca, dan 476 poin untuk CPS. Malaysia, dengan 419 poin untuk sains, 397 poin untuk matematika, 393 poin untuk membaca, dan 484 poin untuk pemecahan masalah komputasional, menunjukkan capaian CPS yang lebih tinggi dibandingkan dengan tiga bidang akademik utama.
Perbandingan Skor PISA 2025
Setelah Malaysia, Indonesia mencatat 389 poin untuk sains, menempatkan negara ini di urutan keenam dalam daftar delapan negara ASEAN berdasarkan skor sains. Dalam perbandingan skor PISA 2025, Singapura berada di posisi teratas, sementara Indonesia berada di bawah Malaysia dan di atas Kamboja serta Filipina.
Hasil PISA 2025 juga menunjukkan adanya perubahan dalam capaian Indonesia dibandingkan dengan asesmen sebelumnya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaporkan bahwa skor sains Indonesia meningkat dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389 pada PISA 2025. Skor membaca juga mengalami peningkatan dari 359 menjadi 365, sementara skor matematika Indonesia turun dari 366 menjadi 364. Untuk pemecahan masalah komputasional, Indonesia mencatat 427 poin, sedangkan Kamboja tidak memiliki skor CPS dalam perbandingan ini karena asesmen yang digunakan tidak mencakup domain tersebut.
Hasil PISA 2025 memberikan gambaran tentang kemampuan siswa Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan, dengan Indonesia berada di posisi keenam berdasarkan skor sains yang dicapai.