🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Sri Lanka Menolak Pendaratan Dua Jet Tempur AS yang Mengangkut Rudal

Sri Lanka menolak izin mendarat dua jet tempur AS yang membawa rudal. Keputusan ini diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi keamanan.

Darma Yudhistira

Penulis

22 March 2026
11 kali dibaca
Sri Lanka Menolak Pendaratan Dua Jet Tempur AS yang Mengangkut Rudal

Sri Lanka telah menolak izin mendarat dua jet tempur Amerika Serikat (AS) yang membawa rudal, menurut sumber pemerintah. Keputusan ini diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi keamanan dan mempertimbangkan potensi risiko yang dapat timbul dari pendaratan jet tempur tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, dua jet tempur AS tersebut berencana untuk mendarat di Bandara Internasional Bandaranaike di Kolombo, Sri Lanka, sebagai bagian dari misi latihan militer. Namun, pemerintah Sri Lanka telah memutuskan untuk tidak memberikan izin mendarat kepada kedua jet tempur tersebut, dengan alasan keamanan dan keselamatan nasional.

"Kami telah mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan ini, termasuk potensi risiko keamanan dan dampak terhadap keselamatan nasional," kata seorang pejabat pemerintah Sri Lanka. "Kami tidak dapat mengambil risiko yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan rakyat Sri Lanka."

Keputusan ini diambil setelah Sri Lanka mengalami serangkaian serangan teroris pada bulan April 2019, yang menewaskan lebih dari 250 orang. Serangan tersebut diyakini dilakukan oleh kelompok teroris setempat yang memiliki koneksi dengan organisasi teroris internasional. Sejak itu, pemerintah Sri Lanka telah meningkatkan langkah-langkah keamanan dan melakukan evaluasi terhadap potensi risiko keamanan.

Menurut sumber pemerintah, keputusan untuk menolak izin mendarat jet tempur AS tersebut tidak terkait dengan hubungan diplomatik antara Sri Lanka dan AS. "Kami memiliki hubungan yang baik dengan AS dan kami akan terus bekerja sama dalam bidang keamanan dan pertahanan," kata seorang pejabat pemerintah. "Namun, kami harus memprioritaskan keamanan dan keselamatan nasional kami."

Keputusan ini telah memicu reaksi dari beberapa pihak, termasuk dari kalangan militer AS. "Kami kecewa dengan keputusan ini, karena kami telah berencana untuk melakukan misi latihan militer bersama dengan angkatan bersenjata Sri Lanka," kata seorang pejabat militer AS. "Namun, kami menghormati keputusan pemerintah Sri Lanka dan akan terus bekerja sama dengan mereka dalam bidang keamanan dan pertahanan."

Keputusan Sri Lanka untuk menolak izin mendarat jet tempur AS tersebut telah menimbulkan pertanyaan tentang masa depan hubungan keamanan antara Sri Lanka dan AS. Namun, pemerintah Sri Lanka telah menegaskan bahwa keputusan ini tidak akan mempengaruhi hubungan diplomatik antara kedua negara. "Kami akan terus bekerja sama dengan AS dalam bidang keamanan dan pertahanan, tetapi kami harus memprioritaskan keamanan dan keselamatan nasional kami," kata seorang pejabat pemerintah.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id