Ekonomi

Strategi AALI Tingkatkan Peremajaan Sawit dengan Investasi Rp 1,4 Triliun untuk 2027

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berencana melakukan peremajaan tanaman sawit dengan alokasi belanja modal mencapai Rp 1,4 triliun pada 2026, guna meningkatkan produktivitas perusahaan.

I
Indriani Atmaja
24 September 2026 24 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri

Perusahaan yang tergabung dalam Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), sedang mempercepat proses peremajaan tanaman kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitasnya. Direktur AALI, Tingning Sukowignjo, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1,4 triliun untuk tahun 2026. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk mengganti tanaman sawit yang sudah tua melalui program replanting.

“Kami prioritas utama itu adalah replanting. Jadi seperti yang tadi saya sampaikan di depan, kami melakukan percepatan replanting,” ujar Tingning saat acara Media Day Astra di Menara Astra, Jakarta, pada Rabu (23/9).

Penggunaan Capex untuk Mendukung Operasional

Selain untuk replanting, anggaran capex tersebut juga akan dialokasikan untuk pengadaan mesin dan peralatan yang mendukung operasional serta mempercepat produktivitas perusahaan. Tingning menambahkan bahwa AALI juga merencanakan capex sekitar Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,4 triliun pada tahun 2027, dengan fokus utama tetap pada program replanting tanaman sawit. Saat ini, AALI mengelola lahan perkebunan seluas sekitar 280.000 hektare.

Dia optimis bahwa prospek industri minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada tahun depan masih menjanjikan, didorong oleh peningkatan permintaan untuk kebutuhan pangan dan biodiesel baik di pasar domestik maupun internasional. Pada semester pertama 2026, AALI mencatatkan produksi CPO sebesar 558 ribu ton, sementara volume penjualan CPO dan produk turunannya mencapai 898 ribu ton, mengalami peningkatan dari 883 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Inovasi Varietas Unggul untuk Meningkatkan Produktivitas

Percepatan replanting tidak hanya dilakukan dari segi luas lahan, tetapi juga kualitas tanaman. AALI memanfaatkan varietas bibit unggul yang dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. Pada tahun 2025, Astra Agro meluncurkan tiga varietas unggul baru yang tahan terhadap penyakit ganoderma, yaitu DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, dan DxP AAL Sejahtera MRG. Ketiga varietas ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun dalam jangka panjang.

Dari sisi kinerja keuangan, AALI mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,10 triliun pada paruh pertama 2026, meningkat 56,5% dibandingkan Rp 702 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih perusahaan juga tumbuh 5,6% menjadi Rp 15,3 triliun dari Rp 14,45 triliun secara tahunan. Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham atau earnings per share (EPS) meningkat 56,5% menjadi Rp 571 per saham.

Kinerja positif ini didukung oleh upaya perusahaan dalam menjaga efisiensi dan konsistensi operasional serta dipengaruhi oleh pergerakan harga CPO dan permintaan minyak nabati di pasar global. Di pasar domestik, konsumsi minyak sawit hingga Juni 2026 tumbuh sekitar 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh kebutuhan pangan dan penyerapan biodiesel.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id. Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Artikel Terkait