Reaksi alergi pada anak dapat muncul secara tiba-tiba dan bervariasi, mulai dari bentol, pembengkakan kulit, hingga gejala yang lebih serius seperti batuk dan kesulitan bernapas. Dalam situasi tertentu, reaksi ini dapat berkembang menjadi anafilaksis, yaitu kondisi alergi yang parah yang mengganggu pernapasan dan fungsi tubuh, sehingga memerlukan penanganan medis segera.
Konsultan Alergi, Asma, dan Imunologi Anak dari Mayapada Hospital, dr Harun Wijaya, Sp.A, menekankan pentingnya bagi orang tua untuk mengenali gejala alergi yang dapat membahayakan anak. Ia mengingatkan agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala, terutama jika anak mengalami sesak napas atau muntah berulang.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
“Orang tua perlu waspada bila setelah anak terpapar makanan atau pemicu tertentu muncul gejala seperti ruam berupa bentol atau bengkak pada kulit, terutama jika disertai bengkak pada bibir atau lidah, batuk, napas berbunyi, kesulitan bernapas, atau muntah berulang. Perubahan kesadaran anak secara tiba-tiba juga perlu menjadi perhatian,” ungkap dr Harun dalam keterangan tertulis.
Dr Harun menambahkan bahwa mengenali reaksi alergi pada anak tidak selalu mudah, terutama ketika anak belum mampu menyampaikan keluhannya dengan jelas. Perubahan kondisi seperti tubuh yang sangat lemas, sulit merespons, atau tampak berbeda dari biasanya harus diperhatikan, terutama jika muncul bersamaan dengan gejala alergi lainnya.
Pentingnya Penanganan Medis Segera
Sejalan dengan hal tersebut, dr Nathanne Septhiandi, Sp.A, Subsp.ETIA (K) dari Mayapada Hospital juga mengingatkan agar orang tua tidak mengabaikan perubahan kondisi anak yang terjadi secara mendadak. Ia menekankan pentingnya membawa anak ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan kegawatdaruratan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
“Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan kondisi anak yang terjadi secara tiba-tiba, seperti menjadi sangat lemas, sulit merespons, atau tampak berbeda dari biasanya, terutama jika disertai gejala alergi lainnya. Jika kondisi anak semakin memburuk, jangan menunggu gejala membaik sendiri,” jelas dr Nathanne.
Setelah anak mendapatkan penanganan dan kondisinya stabil, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi kemungkinan pemicu alergi. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah pencegahan, termasuk menghindari makanan atau faktor lain yang dapat memicu reaksi alergi.
Selain mengidentifikasi pemicu, penanganan alergi pada anak juga harus disertai dengan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya reaksi berulang. Orang tua perlu memahami gejala yang dialami anak serta mengenali kondisi yang memerlukan pertolongan medis segera agar tidak terlambat dalam mendapatkan penanganan.
Untuk kondisi darurat pada anak, Pediatric Emergency Mayapada Hospital menyediakan layanan 24 jam dengan dukungan Dokter Spesialis Anak. Layanan ini dilengkapi dengan IGD yang ramah anak dan mengikuti protokol internasional sesuai akreditasi Joint Commission International (JCI).
Selain layanan kegawatdaruratan, Mayapada Hospital juga memiliki Pediatric Center untuk menangani berbagai kondisi kesehatan anak, mulai dari infeksi, alergi, gangguan saluran cerna, ginjal, jantung, hingga kebutuhan anak dengan kondisi perkembangan tertentu. Layanan Pediatric Center dapat diakses di beberapa lokasi, termasuk Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Jakarta Timur.
Untuk konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770 atau WhatsApp di 0817-17-150770. Berbagai informasi kesehatan dan layanan dari Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui fitur Health Articles & Tips di MyCare, yang terintegrasi dengan Google Fit dan Health Access untuk membantu memantau kesehatan anak.