Cuaca yang terik menjadi salah satu tantangan utama bagi 64 tim yang mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 di sirkuit Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, pada hari Minggu. Kondisi panas ini tidak hanya menguji keterampilan peserta dalam mengendalikan kendaraan, tetapi juga berdampak pada performa mesin, sistem kelistrikan, serta efisiensi ban dan baterai kendaraan.
Pengaruh Suhu Panas terhadap Kendaraan
Dosen Pembimbing Tim Horas dari Universitas Sumatera Utara (USU) menekankan bahwa suhu yang tinggi harus menjadi perhatian serius bagi para peserta. "Cuaca yang panas bisa mempengaruhi pada performa mesin dan sistem kelistrikan, sehingga hal itu harus diantisipasi dan menjadi tantangan bagi peserta," ujarnya saat ditemui di Kampus Unej. Suhu yang tinggi di lintasan dapat memengaruhi temperatur mesin dan efisiensi bahan bakar, baik untuk kendaraan berbahan bakar bensin maupun etanol. Dalam hal kendaraan kelas motor listrik, kondisi ini juga menjadi tantangan bagi keandalan baterai yang digunakan.
Masalah yang Dihadapi Tim Horas
Tim Horas dari USU merasakan dampak langsung dari cuaca panas ketika mobil mereka mengalami masalah pada ban. Perbaikan harus dilakukan agar mereka dapat melanjutkan perlombaan dan menyelesaikan putaran hingga mencapai garis finish. "Kalau tahun lalu KMHE di Unej sempat diguyur hujan, tahun ini cukup terik. Namun para peserta harus cepat tanggap untuk memperbaiki, apabila ada kendala saat mobil mengalami gangguan di cuaca panas," ungkapnya.
Selain tantangan cuaca, peserta juga diuntungkan dengan kondisi lintasan yang tetap sama seperti tahun sebelumnya. Lintasan KMHE 2026 di Unej disebut tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan lintasan yang digunakan pada 2025, memberikan keuntungan bagi peserta yang telah memiliki pengalaman sebelumnya.
"Tidak ada kendala dalam lintasan sirkuit di Unej. Mudah-mudahan tim Horas mampu meraih juara dalam KMHE 2026 baik kategori urban maupun prototype karena kami ikut kedua kategori," tambahnya.
Pengalaman Tim Antawirya Rondhan EV
Tim Antawirya Rondhan EV dari Universitas Diponegoro juga merasakan manfaat dari pengalaman tahun lalu. Khairul, salah satu anggota tim, menyatakan bahwa persiapan untuk tahun ini lebih mudah karena mereka sudah memiliki gambaran dari kompetisi sebelumnya. "Untuk tahun ini persiapannya lebih mudah karena kami sudah memiliki gambaran dari tahun kemarin dan mobil kami juga sudah pernah mencoba di sirkuit itu," ujarnya.
Menurut Khairul, pemahaman terhadap karakter lintasan sangat membantu tim dalam menentukan penyetelan kendaraan dan merumuskan strategi perlombaan. Namun, persiapan kendaraan tetap memerlukan konsentrasi dan kerja sama yang baik dari seluruh anggota tim, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca panas di Kampus Unej.
Sebanyak 64 tim dari 42 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia berpartisipasi dalam KMHE 2026, bersaing dalam inovasi otomotif untuk merebut gelar juara.