Nasional

Terjebak Asap Pekat Perairan Papua Barat, Speedboat Pemda Fakfak Berisi Pejabat Daerah Ditemukan Selamat

S
Safeera Anisa
13 October 2026 23 pembaca
Ilustrasi speedboat. Sebanyak 10 orang penumpang speedboat milik Pemerintah Daerah (Pemda) Fakfak, Papua Barat, yang sempat dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Sorong menuju Seget, dipastikan dalam kondisi selamat. (UNSPLASH/Sebastien LE DEROUT)
Ilustrasi speedboat. Sebanyak 10 orang penumpang speedboat milik Pemerintah Daerah (Pemda) Fakfak, Papua Barat, yang sempat dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Sorong menuju Seget, dipastikan dalam kondisi selamat. (UNSPLASH/Sebastien LE DEROUT)

Kabar lega bertiup dari perairan Papua Barat. Kapal cepat (speedboat) milik Pemerintah Daerah Fakfak yang membawa sepuluh penumpang, termasuk jajaran pejabat daerah dan legislator, dipastikan berada dalam kondisi selamat setelah sempat hilang kontak akibat tebalnya paparan kabut asap di tengah laut.

Penemuan Rombongan di Inanwatan dan Langkah Evakuasi

Insiden menegangkan ini bermula dari pelayaran rute Sorong menuju Seget. Di tengah perjalanan, jarak pandang pelayaran merosot drastis akibat tutupan kabut asap yang menyelimuti kawasan bahari tersebut. Ketidakpastian sempat merebak saat kapal tak kunjung tiba di lokasi tujuan sesuai estimasi.

Namun, kecemasan tersebut berangsur surut pada Senin (12/10/2026) pagi. Pihak Pos SAR Fakfak menerima kepastian langsung dari Kepala Bagian Umum Pemkab Fakfak, Kris Ubra, yang mengabarkan bahwa seluruh rombongan telah mendarat dengan aman di Inanwatan. Guna melanjutkan sisa perjalanan menuju Distrik Kokas, rombongan sempat menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan untuk mengupayakan sarana transportasi tambahan.

Merespons perkembangan tersebut, Pos SAR Fakfak segera mengerahkan unit armada SAR dari Sorong ke Inanwatan untuk melakukan penjemputan sekaligus pengawalan. Kapal pendamping ini mengawal rombongan menuju Kokas, Kabupaten Fakfak, dengan estimasi waktu berlabuh pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIT.

Pandangan Ekstrem 100 Meter dan Kronologi Keterlambatan

Menjelaskan situasi di lapangan, Kepala Pos SAR Fakfak, Abdi Takamokan, mengungkapkan bahwa cuaca buruk berupa kabut asap pekat menjadi pemicu utama terganggunya navigasi kapal. Ia mengonfirmasi kondisi jarak pandang yang tersisa di jalur pelayaran tersebut:

"Kendala yang dilaporkan adalah jarak pandang terganggu akibat kabut asap tebal, diperkirakan hanya sekitar 100 meter,"

Dalam kondisi normal, lintasan laut Sorong-Seget idealnya hanya memakan waktu sekitar satu jam perjalanan. Apabila kapal lepas sandar dari Sorong pada pukul 10.00 WIT, rombongan semestinya sudah tiba di kawasan Kokas sekitar pukul 11.00 WIT.

Begitu masa tempuh tersebut terlampaui tanpa ada kabar kepastian, tim penyelamat langsung mengambil tindakan. Mengenai keputusan menggerakkan personel, Abdi Takamokan menegaskan:

"Karena sudah melewati waktu tersebut, tim harus bergerak,"

Manifest Penumpang, Misi Kemanusiaan, dan Isu Kerusakan Kapal

Kepastian berharga didapatkan bahwa seluruh 10 penumpang di dalam kapal cepat selamat tanpa ada korban jiwa. Selain membawa pejabat pemda dan wakil rakyat, pelayaran tersebut rupanya juga mengemban misi kemanusiaan, yakni mengantarkan satu jenazah untuk dibawa menuju Fakfak.

Merujuk pada catatan manifest resmi, deretan figur daerah yang berada dalam rombongan tersebut meliputi:

  • Badarudin Heremba (Anggota DPR Papua Barat)
  • Arobi Hindom (Penjabat / Pj Sekda Fakfak)
  • Arif Rumagesan (Asisten I Pemda Fakfak)
  • Wa Ode Sahara (Anggota DPRK Fakfak)
  • Kris Ubra (Kepala Bagian Umum Pemkab Fakfak)

Di sisi lain, sempat berembus kabar bahwa speedboat mengalami benturan dengan batu karang hingga memicu kebocoran. Menanggapi rumor tersebut, pihak SAR belum dapat membenarkannya secara pasti. Mengenai kebenaran isu tersebut, Abdi Takamokan menyatakan:

"Saya belum bisa memastikan informasi itu. Memang ada gelombang dan kemungkinan terjadi kebocoran, tetapi hal tersebut masih perlu dipastikan,"

Hingga Senin (12/10/2026) sore, seluruh rombongan dipastikan berada dalam pengawalan ketat tim SAR menuju Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak.

Artikel Terkait