Pendidikan

Tes Kemampuan Akademik 2026: Standar Baru untuk Mengukur Prestasi Siswa

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sebagai alat ukur untuk menilai pencapaian belajar siswa secara nasional. Tes ini bertujuan untuk memberikan gamb...

D
Dinda Mughni
21 October 2026 3 pembaca
Ilustrasi anak-anak berangkat ke sekolah/Dibuat menggunakan AI
Ilustrasi anak-anak berangkat ke sekolah/Dibuat menggunakan AI

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memutuskan untuk menggunakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sebagai alat ukur untuk menilai pencapaian belajar siswa dengan standar yang berlaku secara nasional. Melalui pelaksanaan tes ini, pemerintah berupaya memperoleh informasi yang lebih objektif mengenai kemampuan akademik siswa, tanpa terpengaruh oleh perbedaan standar penilaian di berbagai sekolah.

Tujuan dan Desain TKA

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menyatakan bahwa TKA dirancang untuk memastikan bahwa capaian pembelajaran siswa dapat diukur dengan tolok ukur yang seragam di seluruh Indonesia. “Kurikulumnya sama dari Sabang sampai Merauke, target pembelajarannya juga seragam. Nah, lewat TKA ini kita mau lihat, seberapa jauh hasilnya? Dulu memang ada pengukuran, tapi sifatnya subjektif karena standarnya beda-beda tergantung sekolah atau guru yang mengajar,” ungkap Rahmawati di Jakarta pada hari Rabu.

Menurut Rahmawati, TKA memberikan gambaran capaian belajar yang dapat dibandingkan dengan menggunakan standar nasional. Ini merupakan perubahan signifikan dari penilaian yang selama ini bergantung pada tolok ukur masing-masing sekolah atau guru.

Manfaat Sertifikat TKA

Selain berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik, sertifikat hasil TKA juga dapat digunakan oleh siswa sebagai dokumen pendukung untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau dalam menghadapi persaingan di dunia kerja. Dalam pelaksanaannya, TKA akan menggunakan sistem berbasis komputer dengan variasi soal yang dirancang untuk mengukur pemahaman siswa, kemampuan mengolah informasi, serta keterampilan menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari.

"Belajar itu levelnya harus sampai paham, bisa mempraktikkannya, dan mampu bernalar. Pola pikir itulah yang ingin kami bawa lewat TKA ini," jelas Rahmawati. Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung dari 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan ujian susulan direncanakan pada 16 hingga 29 November 2026. Sebelum pelaksanaan utama, satuan pendidikan telah mengikuti simulasi yang berlangsung dari 21 hingga 27 September.

Kesiapan Sekolah dan Siswa

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar, I Wayan Mawa, menekankan pentingnya gladi bersih yang dirancang sedekat mungkin dengan kondisi ujian yang sebenarnya. Ia mengingatkan kepada sekolah untuk memperhatikan ketahanan jaringan internet saat digunakan oleh ratusan siswa secara bersamaan. Petugas di lapangan juga akan dilatih untuk memahami alur pengawasan selama ujian berlangsung.

"Salah satu tujuan gladi bersih ialah menemukan kendala sehingga saat pelaksanaan dapat diminimalisir. Diharapkan satuan pendidikan dan siswa memanfaatkan pelaksanaan gladi bersih tersebut sehingga dalam pelaksanaan utama nanti sudah siap secara teknis dan mental bagi siswa,” ungkapnya. Gladi bersih menjadi kesempatan bagi satuan pendidikan untuk mengidentifikasi potensi kendala sebelum pelaksanaan utama, serta memastikan kesiapan teknis dan mental siswa agar ujian dapat berjalan sesuai rencana.

Tantangan dalam TKA

Kepala SMA Negeri 56 Jakarta, Dewi Retno Lestari, menyoroti bahwa tantangan dalam TKA tidak hanya terletak pada penguasaan materi, tetapi juga pada ketahanan membaca siswa. Ia menjelaskan bahwa soal TKA akan menyajikan stimulus yang harus dipahami sebelum siswa dapat menentukan jawaban. "Karena dari soal TKA itu, anak itu harus tahan dulu membaca stimulusnya. Nah, ketika siswa sudah memiliki ketahanan membaca, maka dari situ dia bisa langsung menarik informasi, dia bisa mengekstrak,” katanya.

Dewi juga menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis siswa agar tidak menganggap TKA sebagai ancaman. Untuk mendukung persiapan tersebut, sekolah rutin mengadakan pendampingan khusus setiap Jumat, di mana siswa diperkenalkan dengan model soal multiple choice multiple answer. Pada tipe soal ini, peserta dapat memilih lebih dari satu jawaban yang benar. Berbagai aspek seperti persiapan akademik, kemampuan memahami bacaan, kesiapan teknis, dan kondisi mental menjadi perhatian menjelang pelaksanaan TKA 2026.

Artikel Terkait