Nasional

Thailand Rencanakan Insentif Rp12 Triliun untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah Thailand tengah merancang program insentif sebesar 24 miliar baht untuk mempercepat transisi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Langkah ini bertujuan untuk mendukung industri...

J
Jarot Kusna
28 July 2026 34 pembaca
Thailand Siapkan Insentif Rp12 T untuk Mobil Listrik
Thailand Siapkan Insentif Rp12 T untuk Mobil Listrik

Pemerintah Thailand sedang mengembangkan program insentif yang bernilai 24 miliar baht, setara dengan Rp12,76 triliun, untuk mempercepat penggantian kendaraan lama dengan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha untuk mendukung transisi energi serta memulihkan sektor otomotif nasional. Program tersebut diumumkan pada Kamis, 23 Juli 2026, dan saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Target dan Cakupan Program Insentif

Pemerintah berencana untuk memperluas cakupan insentif sehingga tidak hanya mencakup angkutan umum, tetapi juga berbagai kategori kendaraan lainnya. Proposal awal menargetkan penggantian hingga 80 ribu kendaraan tua, termasuk taksi, ojek motor, tuk-tuk, bus, dan truk yang akan digantikan dengan armada listrik. Paket bantuan yang disiapkan mencakup subsidi langsung, pinjaman dengan bunga rendah, serta keringanan pajak bagi pemilik kendaraan.

Dukungan untuk Pengemudi Taksi dan Industri Otomotif

Wakil Menteri Perhubungan Thailand, Siripong Angkasakulkiat, menyatakan, "Kami sedang mempertimbangkan agar bantuan ini bisa diperluas ke semua kategori kendaraan, tidak terbatas pada angkutan umum saja." Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema khusus bagi pengemudi taksi yang kendaraannya telah melewati batas usia operasional untuk beralih ke armada listrik.

Pemerintah meyakini bahwa program ini dapat meningkatkan permintaan kendaraan baru dan memulihkan industri otomotif Thailand, yang mengalami penurunan setelah penjualan domestik mencapai titik terendah dalam 15 tahun pada 2024 akibat tingginya utang rumah tangga dan ketatnya syarat kredit. Juru Bicara Klub Industri Otomotif Federasi Industri Thailand, Surapong Paisitpattanapong, mengatakan, "Meningkatnya produksi EV dalam negeri akan membuka lapangan kerja, menaikkan pendapatan, serta memperbesar penerimaan pajak bagi negara."

Pelaku industri juga meminta agar pemerintah memastikan bahwa kebijakan insentif tetap memprioritaskan penggunaan komponen dan produksi lokal. Selain itu, pemerintah juga sedang mengkaji pemberian bantuan untuk penggantian truk pikap dan kendaraan berbahan bakar biodiesel B20 melalui pinjaman murah dan subsidi. Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas, menambahkan, "Program ini juga dirancang untuk mendukung pembelian EV, penggantian truk pikap, serta kendaraan yang menggunakan biodiesel B20."

Pemerintah memperkirakan bahwa pembahasan rincian program akan selesai dalam waktu satu bulan sebelum resmi diterapkan. Saat ini, Thailand telah menarik investasi di sektor EV lebih dari 4 miliar dolar AS, atau sekitar Rp71,68 triliun, termasuk dari produsen asal China seperti BYD dan Great Wall Motor.

Artikel Terkait