Kesehatan

Tiga Metode Program Hamil yang Perlu Diketahui Pasangan

Pasangan yang berencana memiliki anak dapat memilih dari berbagai metode program hamil, mulai dari cara alami hingga teknologi reproduksi modern. Pemilihan metode harus disesuaikan dengan kondisi kese...

J
Jaya Abdi
14 October 2026 18 pembaca
Foto: Ilustrasi bayi (Getty Images/iStockphoto/StockerThings)
Foto: Ilustrasi bayi (Getty Images/iStockphoto/StockerThings)

Jakarta - Pasangan yang ingin memiliki anak memiliki berbagai pilihan metode program hamil (promil), yang mencakup cara alami hingga teknologi reproduksi berbantu. Pemilihan metode ini harus mempertimbangkan kesehatan dan faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan pasangan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Alpha IVF Jakarta, dr Febriyan Nicolas K, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG, mengungkapkan ada tiga metode promil yang dapat diterapkan. Metode pertama adalah promil alami yang dilakukan melalui sanggama terjadwal. Dalam metode ini, pasangan mengatur waktu berhubungan seksual untuk meningkatkan peluang terjadinya pembuahan.

Inseminasi sebagai Alternatif

Metode kedua adalah inseminasi, yang berbeda dengan sanggama terjadwal karena melibatkan bantuan medis untuk memasukkan sperma langsung ke dalam rahim. Sebelum proses ini, sperma akan diproses dan dipilih terlebih dahulu. Dokter akan menggunakan kateter kecil untuk mengalirkan sperma ke dalam rahim.

"Kita bantu, kita olah spermanya, kita bersihkan, kita kasih nutrisi, mungkin kita masukkan di kateter kecil, kita bikinin jalan tol, kita semprot langsung ke dalam rahim," jelas dr Nico. Ia menambahkan bahwa metode ini dapat meningkatkan peluang keberhasilan hingga dua hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan metode alami.

Fertilisasi In Vitro (IVF)

Metode ketiga adalah fertilisasi in vitro (IVF), yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai bayi tabung. "Nah, nanti kalau IVF, misalnya yang ini udah nggak bisa nih, karena misalnya saluran telurnya tersumbat, jadi nggak bisa ketemu tuh sperma sama sel telur. Kita baru lakukan IVF," ungkap dr Nico.

Dalam prosedur IVF, sel telur diambil dari ovarium dan dicampurkan dengan sperma untuk proses pembuahan di laboratorium. Sperma yang digunakan juga melalui proses seleksi. "Nanti terbentuk embrio atau bakal janin, baru nanti kita masukkan ke dalam rahim," tambahnya.

Kualitas embrio menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan dalam prosedur bayi tabung. "Yang paling utama mungkin embrio. Karena embrionya itu kualitasnya bagaimana. Sekarang kan kita udah ada pemeriksaan PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy) untuk melihat ada kelainan kromosom enggak di embrio. Jadi kita bisa tahu, oh ini embrio kualitasnya bagus," tutupnya.

Artikel Terkait