Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan kepada orang tua untuk segera mengambil langkah pertolongan pertama ketika anak diduga mengalami keracunan makanan. Tindakan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi akibat kehilangan cairan.
Langkah Pertama yang Dapat Dilakukan
Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, Dr. dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp. ETIA(K), menyarankan agar orang tua segera menghentikan pemberian makanan yang dicurigai sebagai penyebab keracunan. Sisa makanan tersebut sebaiknya disimpan dan tidak dibuang hingga penyebab keracunan dapat dipastikan.
Selanjutnya, orang tua dapat memberikan oralit secara bertahap untuk mencegah dehidrasi yang lebih parah. "Muntah bukan alasan untuk menghentikan cairan. Kita bisa memberikan dalam porsi kecil, sedikit-sedikit. Gunakan oralit yang formulanya sudah dihitung. Jangan membuat formula sendiri, karena jika perbandingan tidak sesuai, maka tidak bisa diserap," jelas dr. Yogi dalam sebuah media briefing.
Pemberian Makanan dan Pemantauan Kondisi Anak
Pemberian ASI atau makanan lainnya tetap dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan anak. Anak tidak perlu dipuasakan, karena hal itu tidak akan mempercepat proses penyembuhan. Setelah muntah mereda, orang tua dapat memberikan makanan lunak dalam porsi kecil, seperti bubur, pisang, atau roti. Pastikan anak juga mendapatkan cukup istirahat dan orang tua perlu memantau kondisi anak, termasuk frekuensi buang air kecil, untuk mendeteksi kemungkinan tanda-tanda dehidrasi.
Dr. Yogi juga menekankan bahwa anjuran untuk menghindari susu sering disalahartikan sebagai menghentikan pemberian ASI. "ASI tidak pernah kita hentikan dalam kondisi apapun, kecuali dalam kasus-kasus yang sangat khusus. Namun, dalam situasi keracunan seperti ini, yang perlu dibatasi adalah susu sapi. Teh dan kopi sebaiknya tidak diberikan kepada anak," tambahnya.
Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan orang tua dapat memberikan pertolongan pertama yang efektif saat anak mengalami keracunan makanan.