Nasional

Tragedi Berdarah Bentrokan Ormas di Deli Serdang: Dua Eksekutor Ditangkap, Polisi Telusuri Asal-Usul Pistol Combat

S
Safeera Anisa
23 October 2026 4 pembaca
Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Cornelis Mangarahon Simanjuntak, saat konferensi pers di Polda Sumut, Kamis (22/10/2026). (dok.Polda Sumut)
Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Cornelis Mangarahon Simanjuntak, saat konferensi pers di Polda Sumut, Kamis (22/10/2026). (dok.Polda Sumut)

MEDAN — Aksi bentrokan antar-organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Deli Serdang berujung maut setelah diwarnai penembakan senjata api. Peristiwa mengenaskan tersebut merenggut nyawa seorang anggota ormas berinisial DN serta melukai rekannya di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa. Menindaklanjuti insiden tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua orang tersangka pada Kamis (22/10/2026).

Motif Perselisihan Kelompok dan Penangkapan Pelaku

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengonfirmasi bahwa dua pemuda yang ditangkap dalam kasus ini adalah DAC (22) dan AAL (20). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi penembakan ini dipicu oleh persaingan dan konflik yang terjadi antar-kelompok organisasi.

Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Cornelis Mangarahon Simanjuntak, membeberkan bahwa penembakan tersebut murni menggunakan senjata api.

"Barang bukti yang kami sita yaitu 1 unit mobil Toyota Yaris, 1 unit sepeda motor Honda Beat, 1 senjata api warna hitam jenis Combat beserta 1 buah amunisi kaliber 9 mm, kemudian 2 selongsong kaliber 9 mm," kata Cornelis, Kamis (22/10/2026).

Kronologi Rentetan Penembakan hingga Pelaku Tertabrak

Rangkaian peristiwa tragis ini bermula saat kendaraan roda empat yang ditumpangi DN bersama rekan-rekannya diadang oleh para pelaku. Bentrokan sengit pun pecah di lokasi kejadian diiringi dentuman letusan senjata api yang terdengar beberapa kali.

Di tengah bentrokan tersebut, tersangka AAL melepaskan tembakan ke arah korban atas perintah dari DAC. Tembakan tersebut mengenai DN secara fatal serta melukai paha kiri rekannya yang berinisial I.

"DN dinyatakan meninggal dunia ketika sudah masuk peluru ke telinganya dan menembus leher, kemudian akhirnya kejang-kejang," tuturnya.

Sesaat setelah tertembak, DN mengalami kejang-kejang hingga mobil Toyota Yaris putih yang dikemudikannya hilang kendali. Kendaraan tersebut sempat menabrak DAC dan AAL yang berada di dekatnya. Meski sempat terhantam mobil, kedua tersangka berhasil bangkit lalu melarikan diri. Namun, pelarian mereka tidak berlangsung lama setelah tim kepolisian meringkus keduanya di kediaman masing-masing di kawasan Tanjung Morawa.

Penyelidikan Asal-Usul Senjata Api dan Dugaan Aktor Intelektual

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus mendalami darimana tersangka memperoleh senjata api jenis pistol ber-nomor registrasi tersebut.

"Masalah senjata api yang ditemukan di pinggir jalan, ini jenis pistol dan ada nomor registrasinya. Kami melakukan pendalaman asal-muasal senjata api tersebut," jelas Cornelis.

Meskipun AAL bertindak sebagai eksekutor penembakan, senjata api jenis Combat itu diketahui dibawa oleh DAC. Proses pemeriksaan terhadap DAC sendiri belum berjalan optimal lantaran yang bersangkutan masih dalam perawatan medis.

"DAC sekarang dia dirawat. Jadi, kami belum maksimal menggali soal senjata api itu. Tersangka AAL bilang itu senjata DAC. Akan kami dalami hal ini ke DAC dapat dari mana," lanjutnya.

Polda Sumut menegaskan akan mengusut tuntas perkara ini secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain atau aktor intelektual yang memerintahkan aksi penembakan tersebut. Polisi juga mengonfirmasi belum menemukan indikasi keterkaitan dengan isu bisnis perjudian maupun narkoba.

"Kami tidak ada menemukan fakta itu (bisnis judi dan narkoba). Tapi, kami terus menggali," sebut Cornelis.

Artikel Terkait