🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Nasional

Tragedi di TB Simatupang Jaksel: 4 Pekerja Tewas Diduga Akibat Pencemaran Gas Beracun

Empat pekerja proyek tewas di TB Simatupang Jaksel, diduga akibat hirup gas beracun.

Ananta Prana

Penulis

04 April 2026
7 kali dibaca
Tragedi di TB Simatupang Jaksel: 4 Pekerja Tewas Diduga Akibat Pencemaran Gas Beracun

Empat pekerja proyek tewas di TB Simatupang Jaksel,Jakarta Selatan, dalam sebuah insiden yang diduga terkait dengan pencemaran gas beracun. Insiden ini terjadi pada hari Selasa, 14 Maret 2023, sekitar pukul 10.00 WIB, di lokasi proyek pembangunan gedung perkantoran di kawasan TB Simatupang.

Menurut informasi yang diterima, para pekerja tersebut sedang melakukan pekerjaan di dalam ruang bawah tanah gedung tersebut ketika mereka mengalami gejala seperti pusing, muntah, dan kesulitan bernapas. Sejumlah pekerja lain yang berada di lokasi langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak pengelola proyek dan tim keamanan setempat.

Kepolisian segera melakukan evakuasi terhadap korban dan membawa mereka ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sayangnya, empat pekerja tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. "Korban meninggal dunia akibat keracunan gas beracun," kata Kapolsek setempat.

Tim investigasi kepolisian dan pihak berwajib lainnya segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. "Kita masih menyelidiki penyebab pasti kejadian ini, tapi diduga kuat bahwa korban menghirup gas beracun," tambah Kapolsek.

Para pekerja yang selamat dari insiden ini juga menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa mereka tidak mengalami gejala serius. "Kita sangat prihatin atas kejadian ini dan berharap para korban dapat diberi penghormatan terakhir yang layak," kata pengelola proyek.

Insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak terkait akan pentingnya keselamatan kerja dan pengawasan lingkungan kerja. Pemerintah dan pengelola proyek perlu meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id