Pendidikan

UAD Tingkatkan Kemandirian Finansial Melalui Bisnis Berbasis Keahlian

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berupaya memperkuat kemandirian finansial dengan mengembangkan unit bisnis yang berfokus pada pengetahuan dan keahlian akademik.

D
Darma Yudhistira
12 September 2026 32 pembaca
UAD mendorong unit bisnis berbasis pengetahuan untuk memperkuat kemandirian finansial dan membangun endowment fund atau dana abadi. /Istimewa.
UAD mendorong unit bisnis berbasis pengetahuan untuk memperkuat kemandirian finansial dan membangun endowment fund atau dana abadi. /Istimewa.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkomitmen untuk mengembangkan unit bisnis yang berlandaskan pengetahuan guna memperkuat kemandirian finansial serta membangun dana abadi (endowment fund). Rektor UAD, Prof. Muchlas, mengemukakan bahwa penguatan bisnis yang berasal dari kepakaran akademik dapat menjadi langkah strategis bagi kampus dalam membangun dana abadi, mirip dengan yang telah dilakukan oleh universitas-universitas ternama di seluruh dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prof. Muchlas saat meresmikan dan merestrukturisasi beberapa unit bisnis UAD di bawah PT AD Multi Teknologi pada hari Jumat, 12 September 2026. Ia menekankan bahwa pengembangan unit usaha di kampus harus dilengkapi dengan tata kelola yang jelas dan berorientasi pada hasil. Setiap unit bisnis, menurutnya, perlu dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya berdasarkan hasil yang diperoleh, baik dalam hal laba maupun rugi.

Pertanggungjawaban Unit Bisnis

“Pertanggungjawabannya jelas, laba atau rugi. Jika menghasilkan laba, maka dapat dilanjutkan, tetapi jika merugi, perlu dipertimbangkan untuk dibubarkan. Tentu kita berharap perusahaan ini dapat memberikan keuntungan finansial dan menjadi entitas yang sehat,” tegas Prof. Muchlas.

Ia juga menambahkan bahwa bisnis yang dibangun dari kepakaran akademik di dalam kampus memiliki potensi keberlanjutan yang sangat tinggi. Model ini memungkinkan kompetensi yang berkembang di lingkungan perguruan tinggi untuk diterjemahkan menjadi aktivitas usaha yang menciptakan nilai ekonomi. Sebagai contoh, PT AD Multi Kalibrasi yang dibentuk berdasarkan keahlian di bidang Fisika dan Instrumentasi telah berhasil menghasilkan keuntungan yang mendukung pengembangan program studi terkait secara mandiri melalui pembagian dividen.

Peluang Efisiensi Operasional

Menurut Prof. Muchlas, semakin banyak program studi yang mampu mengembangkan unit usaha dan meraih keuntungan, maka semakin besar pula peluang untuk efisiensi penggunaan dana operasional di UAD secara keseluruhan. “Ke depan, jika semakin banyak program studi yang dapat mendirikan unit usaha yang menguntungkan, kita bisa mencapai efisiensi dana operasional secara keseluruhan. Sisa dana yang ada tentu dapat dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai UAD,” pungkasnya.

Penguatan bisnis berbasis kepakaran ini sejalan dengan strategi PT AD Multi Teknologi dalam mengembangkan portofolio usaha. Sejak didirikan pada tahun 2019, perusahaan ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi akademis menjadi nilai ekonomi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri. Direktur PT AD Multi Teknologi, Muhammad Faishal, menyatakan bahwa perusahaan mengusung jargon "Transforming knowledge into value" sebagai respons terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Visi kami adalah menjadi perusahaan berbasis pengetahuan dan teknologi yang unggul, terpercaya, dan berkelanjutan dalam menciptakan nilai bagi industri, institusi, dan masyarakat,” ujarnya. Saat ini, PT AD Multi Teknologi mengelola empat unit bisnis utama, yang mencakup bidang pelatihan, teknologi digital, layanan laboratorium, serta komersialisasi hasil riset.

Ahmad Dahlan Training Center berfokus pada layanan pelatihan dan sertifikasi, telah memfasilitasi berbagai pelatihan, termasuk pelatihan K3 dari Kemnaker. AD Multi Digital menyediakan layanan perangkat keras melalui showroom resmi serta mengembangkan perangkat lunak yang digunakan oleh berbagai instansi. Ahmad Dahlan Laboratory Services menawarkan layanan laboratorium terintegrasi untuk mendukung kebutuhan riset dan industri. Sementara itu, Ahmad Dahlan Innovation and Commercialization berfokus pada komersialisasi produk hasil riset dosen, termasuk produk Smart Solar Dryer yang kini telah memasuki tahap tender untuk area Indonesia Timur.

Pengembangan keempat unit bisnis ini merupakan bagian dari upaya PT AD Multi Teknologi dalam mengubah potensi pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh lingkungan akademik UAD menjadi nilai ekonomi bagi industri, institusi, dan masyarakat. UAD juga mengarahkan penguatan unit bisnis ini untuk mendukung kemandirian finansial perguruan tinggi. Dalam jangka panjang, Prof. Muchlas menempatkan pengembangan bisnis berbasis pengetahuan dan kompetensi sebagai elemen penting dalam membangun dana abadi.

Artikel Terkait