UI GreenMetric Universitas Indonesia tengah menyiapkan pemeringkatan keberlanjutan yang mencakup semua kabupaten dan kota serta perusahaan di Indonesia. Hasil dari UI GreenMetric Sustainable City Ranking 2026 dan UI GreenMetric Sustainable Corporate Ranking 2026 direncanakan untuk diumumkan pada bulan Desember 2026, dengan memanfaatkan data publik, teknologi kecerdasan buatan, dan validasi dari para ahli.
Kepala UI GreenMetric, Vishnu Juwono, menjelaskan bahwa kedua pemeringkatan ini dirancang untuk mengevaluasi berbagai aspek pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah dan perusahaan diberikan kesempatan untuk memeriksa dan memperbaiki data awal yang dikumpulkan selama proses evaluasi. "Kedua pemeringkatan tersebut akan menggunakan data publik, teknologi pengais berbasis kecerdasan buatan, dan proses validasi dari pakar untuk menilai berbagai aspek pembangunan berkelanjutan," ungkap Vishnu di Depok pada hari Senin.
Inklusi Seluruh Kabupaten dan Kota dalam Pemeringkatan
Melalui UI GreenMetric Sustainable City Ranking 2026, cakupan penilaian diperluas untuk mencakup seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Data awal akan dikumpulkan dari berbagai sumber publik melalui proses crawling atau penelusuran informasi secara otomatis. Teknologi kecerdasan buatan digunakan untuk membantu dalam menelusuri dan mengolah informasi tersebut, yang akan menjadi dasar awal penilaian bagi setiap kabupaten dan kota.
Pemerintah daerah diberikan kesempatan untuk melengkapi informasi yang telah dihimpun dan meningkatkan akurasinya. Data dan dokumen pendukung yang disampaikan akan menjalani proses validasi. "Partisipasi pemerintah daerah diharapkan dapat melengkapi data yang telah dihimpun sekaligus meningkatkan akurasinya. Selanjutnya, data dan dokumen pendukung yang disampaikan akan melalui proses validasi," tambahnya. Dengan mekanisme ini, pemeringkatan tidak hanya bergantung pada data awal dari sumber publik, tetapi juga informasi tambahan dari pemerintah daerah.
Penilaian untuk Perusahaan dan Aspek yang Dinilai
Selain untuk pemerintah daerah, UI GreenMetric juga menyiapkan pemeringkatan keberlanjutan bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia melalui UI GreenMetric Sustainable Corporate Ranking 2026. Penilaian ini bertujuan untuk mengukur kebijakan, program, dan kinerja keberlanjutan perusahaan. Terdapat lima kategori utama yang menjadi dasar evaluasi, yaitu: kepatuhan terhadap kerangka kerja dan regulasi, lingkungan, sosial, tata kelola, serta riset dan inovasi.
Kategori-kategori tersebut berkaitan dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) atau lingkungan, sosial, dan tata kelola. Penilaian juga mempertimbangkan kontribusi perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Untuk perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), UI GreenMetric secara independen memasukkan semua perusahaan publik yang terdaftar ke dalam daftar evaluasi 2026. Data utama yang digunakan dalam pemeringkatan korporasi mengacu pada kinerja, kebijakan, program, dan laporan perusahaan selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025.
UI GreenMetric memberikan kesempatan kepada perusahaan yang termasuk dalam daftar evaluasi untuk melakukan verifikasi mandiri melalui portal yang telah disediakan, dengan batas waktu verifikasi ditetapkan sebelum 31 Oktober 2026. Perusahaan yang tidak terdaftar di BEI juga dapat mengikuti evaluasi dengan mengajukan diri kepada UI GreenMetric. Mekanisme ini terbuka bagi perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta perusahaan multinasional yang ingin berpartisipasi dalam pemeringkatan.
Kesempatan verifikasi ini merupakan bagian dari proses pengumpulan dan pemeriksaan data sebelum hasil pemeringkatan diumumkan. Namun, evaluasi tetap berlangsung meskipun perusahaan yang dinilai tidak memanfaatkan kesempatan untuk memeriksa data awal.
Dorongan untuk Praktik Keberlanjutan
Vishnu menyatakan bahwa pemeringkatan keberlanjutan untuk kota dan perusahaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian, tetapi juga mendorong transformasi positif dalam penerapan praktik keberlanjutan di Indonesia. Salah satu pendekatan yang didorong adalah berbagi pengalaman antar peserta. Entitas yang memperoleh skor tinggi pada indikator tertentu diharapkan dapat membagikan praktik yang mendukung pencapaian tersebut agar dapat dipelajari oleh peserta lainnya. "Yang sudah tinggi skornya di suatu indikator, kita minta sharing rahasianya," ujarnya.
Mekanisme kolaboratif ini juga akan diperluas untuk melibatkan peserta dari Sustainable City Ranking dan Sustainable Corporate Ranking. Dengan demikian, pemerintah daerah dan perusahaan memiliki kesempatan untuk saling belajar mengenai praktik keberlanjutan. "Dengan demikian, semua bisa belajar. Ujung-ujungnya kita semua yang menang dengan penerapan praktik sustainability yang lebih baik," tutup Dr. Vishnu Juwono.
UI GreenMetric menargetkan hasil dari kedua pemeringkatan ini akan diumumkan pada bulan Desember 2026. Diharapkan hasil tersebut menjadi salah satu rujukan berbasis data untuk mendorong perbaikan kebijakan serta penerapan praktik keberlanjutan di Indonesia.