UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah mencapai prestasi baru dalam pemeringkatan universitas dunia versi Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Kampus ini masuk dalam kategori peringkat 801–1000 secara global dan menempati posisi kedua di Indonesia, bersanding dengan beberapa perguruan tinggi lainnya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan langkah penting dalam perjalanan kampus yang berlandaskan tradisi keilmuan Islam dan paradigma Integrasi–Interkoneksi. “Saya kira ini sejarah bagi UIN Yogya, bagi PTKIN!” ungkapnya, menanggapi hasil tersebut sebagai sebuah prestasi bagi UIN Sunan Kalijaga serta lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.
Posisi UIN Sunan Kalijaga di Peringkat Dunia
Berdasarkan data dari THE WUR 2027, Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat teratas di Indonesia dengan posisi dunia 651–700. Sementara itu, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sama-sama berada dalam kelompok peringkat 801–1000.
Kelompok 801–1000 bukanlah posisi urut yang spesifik, melainkan rentang peringkat. Dalam metodologi WUR 2027, THE menerapkan sistem kelompok peringkat untuk institusi yang tidak berada di posisi teratas, karena perbedaan skor di antara universitas dianggap tidak cukup signifikan secara statistik untuk ditampilkan dalam urutan yang lebih tepat.
Indikator Penilaian dalam THE WUR 2027
THE WUR merupakan pemeringkatan global yang mengevaluasi universitas berdasarkan orientasi riset melalui berbagai aspek utama. Dalam edisi 2027, THE menggunakan 17 indikator yang dikelompokkan ke dalam lima bidang, yaitu pengajaran, lingkungan riset, kualitas riset, keterbukaan internasional, dan industri.
Aspek pengajaran mencakup lingkungan pembelajaran, termasuk reputasi akademik, rasio dosen terhadap mahasiswa, serta indikator pendidikan doktoral. Lingkungan riset meliputi reputasi, pendanaan, dan produktivitas penelitian. Kualitas riset mencakup dampak sitasi, kekuatan penelitian, keunggulan penelitian, dan pengaruh penelitian. Keterbukaan internasional mencakup proporsi mahasiswa dan staf internasional serta kolaborasi penelitian internasional, sedangkan pilar industri mengukur pendapatan dari industri dan paten. Setiap bidang memiliki bobot yang berbeda dalam perhitungan skor keseluruhan THE WUR 2027.
Selain UIN Sunan Kalijaga, sejumlah perguruan tinggi Indonesia lainnya juga tercatat dalam daftar THE WUR 2027. Berikut adalah sepuluh kampus Indonesia yang termasuk dalam pemeringkatan tersebut: 1. Universitas Indonesia (UI) — peringkat dunia 651–700. 2. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta — peringkat dunia 801–1000. 3. Universitas Gadjah Mada (UGM) — peringkat dunia 801–1000. 4. Universitas Padjadjaran (Unpad) — peringkat dunia 1001–1200. 5. Universitas Sebelas Maret (UNS) — peringkat dunia 1001–1200. 6. Universitas Airlangga (Unair) — peringkat dunia 1201–1400. 7. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang — peringkat dunia 1201–1400. 8. Binus University — peringkat dunia 1401–1600. 9. Universitas Diponegoro (Undip) — peringkat dunia 1401–1600. 10. Institut Teknologi Bandung (ITB) — peringkat dunia 1401–1600.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, pencapaian ini menunjukkan kinerja akademik kampus dalam konteks global yang mencakup pendidikan, penelitian, penyebaran pengetahuan, keterbukaan internasional, serta hubungan dengan industri. Rektor UIN Sunan Kalijaga menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama dari seluruh sivitas akademika. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada senat, para wakil rektor, kepala biro, dekan, Direktur Pascasarjana, serta para ketua lembaga.
Apresiasi khusus diberikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), yang disebut Noorhaidi sebagai “panglima ikhtiar pemeringkatan.” Noorhaidi menegaskan bahwa pencapaian dalam pemeringkatan ini tidak terlepas dari aktivitas akademik yang berlangsung di berbagai unit kampus, termasuk penelitian dosen, proses pendidikan mahasiswa, dukungan tenaga kependidikan, serta koordinasi lintas unit.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, hasil dari THE WUR 2027 merupakan bagian dari perjalanan pengembangan kampus yang berlandaskan tradisi keilmuan Islam dan paradigma Integrasi–Interkoneksi. Kinerja akademik ini kini tercatat dalam pemeringkatan internasional yang menilai berbagai aspek universitas, mulai dari proses pembelajaran dan pengembangan penelitian hingga penyebaran pengetahuan serta kerja sama dengan pihak lain. Pencapaian ini menjadi pijakan bagi UIN Sunan Kalijaga untuk melanjutkan pengembangan pendidikan dan riset, serta memperluas ruang bagi kampus untuk menghubungkan tradisi keilmuan yang dimiliki dengan diskusi akademik di tingkat internasional.