🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Nasional

Voting Dewan Keamanan PBB tentang Selat Hormuz: Tunggu Keputusan Penting

Dewan Keamanan PBB melakukan voting tentang Selat Hormuz, apakah akan diveto oleh China?

Dinda Mughni

Penulis

03 April 2026
3 kali dibaca
Voting Dewan Keamanan PBB tentang Selat Hormuz: Tunggu Keputusan Penting

Pada Sabtu, 4 April, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggelar voting tentang situasi di Selat Hormuz, sebuah jalur perairan strategis yang menjadi salah satu titik sumber minyak dunia. Pertemuan ini diadakan untuk membahas resolusi yang diajukan oleh beberapa negara anggota PBB terkait dengan ketegangan yang meningkat di wilayah tersebut.

Menurut sumber yang kredibel, resolusi ini ditujukan untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan keamanan di Selat Hormuz, yang telah menjadi sumber konflik antara beberapa negara. Namun, ada kemungkinan bahwa resolusi ini akan diveto oleh China, sebuah anggota tetap Dewan Keamanan PBB. "Kami sangat peduli dengan situasi di Selat Hormuz dan ingin melihat solusi yang damai dan diplomatis," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Voting ini akan menjadi pertemuan yang sangat penting, karena Selat Hormuz merupakan jalur perairan yang sangat strategis dan vital bagi perdagangan minyak dunia. Banyak negara yang memiliki kepentingan ekonomi dan politis di wilayah ini, sehingga keputusan yang diambil oleh Dewan Keamanan PBB akan memiliki dampak yang signifikan. "Kami berharap Dewan Keamanan PBB dapat mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawab untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di Selat Hormuz," kata seorang pejabat senior PBB.

Sebelum voting, beberapa negara anggota PBB telah melakukan pembicaraan intensif untuk mencapai kesepakatan tentang resolusi ini. Namun, masih ada beberapa perbedaan pendapat antara negara-negara yang terlibat, sehingga hasil voting masih belum dapat diprediksi. "Kami akan terus berusaha untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak," kata seorang diplomat senior.

Voting ini akan menjadi salah satu momen yang sangat penting dalam sejarah Dewan Keamanan PBB, karena akan menentukan arah kebijakan PBB dalam menghadapi ketegangan di Selat Hormuz. Banyak yang berharap bahwa Dewan Keamanan PBB dapat mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut. "Kami berharap voting ini dapat membawa hasil yang positif dan membantu meningkatkan keamanan di Selat Hormuz," kata seorang analis keamanan internasional.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id