🔴 Breaking
Pertemuan Strategis Prabowo dengan Putin, Membahas Geopolitik dan Energi di Tengah Dinamika Global Dedikasi Prabowo dalam Melestarikan Pencak Silat selama 34 Tahun INET Mengakuisisi SGI dengan Nilai Rp280 Miliar, Mencapai 65 Persen Ekuitas Bahaya Tersembunyi di Balik Kesukaan Makan Ikan Asin Penjualan Mobil Maret 2026 Alami Penurunan Drastis Sebesar 24,6 Persen Jika Dibandingkan Dengan Februari ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Pertemuan Strategis Prabowo dengan Putin, Membahas Geopolitik dan Energi di Tengah Dinamika Global Dedikasi Prabowo dalam Melestarikan Pencak Silat selama 34 Tahun INET Mengakuisisi SGI dengan Nilai Rp280 Miliar, Mencapai 65 Persen Ekuitas Bahaya Tersembunyi di Balik Kesukaan Makan Ikan Asin Penjualan Mobil Maret 2026 Alami Penurunan Drastis Sebesar 24,6 Persen Jika Dibandingkan Dengan Februari ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan
Nasional

Wali Kota Mengimbau Warga untuk Tidak Berbelanja di Lapak PKL Eks Pasar Bogor

Wali Kota Bogor meminta masyarakat agar tidak berbelanja di lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di area bekas pasar, untuk menjaga ketertiban dan kesehatan lingkungan.

Vina Maharani

Penulis

26 March 2026
5 kali dibaca
Wali Kota Mengimbau Warga untuk Tidak Berbelanja di Lapak PKL Eks Pasar Bogor

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengeluarkan imbauan kepada warga untuk tidak berbelanja di lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di bekas lokasi pasar Bogor. Hal ini disampaikan mengingat kondisi yang tidak tertib dan berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan sekitar. Pihaknya ingin masyarakat berkontribusi dalam menciptakan suasana kota yang lebih baik dan teratur.

Menurut informasi yang diperoleh, salah satu faktor penyebab tumbuhnya lapak PKL di kawasan tersebut adalah karena belum adanya pengalihan rute distribusi yang efektif. Bima Arya menegaskan bahwa pemerintah kota sedang berupaya untuk menata area tersebut dengan lebih baik. “Kami sedang mempersiapkan seluruh infrastruktur, termasuk rute distribusi baru, agar para pedagang dapat berjualan dengan tertib di tempat yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa keberadaan PKL yang tidak sah dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk kemacetan dan pencemaran lingkungan. “Kami ingin menciptakan ruang publik yang bersih dan nyaman bagi semua masyarakat,” tambahnya. Dalam hal ini, Bima Arya berharap agar masyarakat ikut mendukung upaya tersebut dengan tidak melakukan transaksi di area yang tidak resmi tersebut.

Salah satu warga sekitar, Dira, mengungkapkan pendapatnya, “Saya mendukung imbauan ini karena saya melihat banyak sampah berserakan di area tersebut. Jika kita tidak belanja di sana, mungkin para pedagang akan berpindah ke tempat yang lebih baik.” Hal ini menunjukkan bahwa dukungan masyarakat sangat penting dalam menjaga lingkungan dan menciptakan suasana yang lebih tertib di Kota Bogor.

Pemerintah kota saat ini sedang merumuskan rencana untuk memindahkan PKL ke tempat yang lebih sesuai. Proses ini diharapkan dapat berlangsung dengan segera, sehingga perekonomian para pedagang tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kesehatan dan ketertiban umum.

Dengan adanya imbauan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih tempat berbelanja dan berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan mereka. Semua pihak diharapkan dapat bekerjasama untuk menjadikan Kota Bogor sebagai tempat yang lebih nyaman dan bersih untuk ditinggali.

Ke depan, langkah lanjutan oleh pemerintah kota akan dilakukan untuk menyiapkan lokasi baru bagi para pedagang dan memfasilitasi mereka agar dapat berjualan secara resmi. “Ini adalah langkah awal untuk perubahan yang lebih baik,” tutup Bima Arya dengan optimisme akan masa depan Kota Bogor.

Artikel Terkait

Sumber: www.jpnn.com