Kesehatan

Waspada, Dokter Mata Ingatkan Bahaya Penggunaan Softlens di Lingkungan Berdebu

Penggunaan lensa kontak atau softlens dapat meningkatkan risiko kerusakan mata, terutama saat beraktivitas di area yang terpapar debu atau abu vulkanik. Dokter mata memberikan saran penting bagi pengg...

D
Darma Yudhistira
12 September 2026 35 pembaca
Soft lens. Foto: Getty Images/nicoletaionescu
Soft lens. Foto: Getty Images/nicoletaionescu

Jakarta - Softlens sering dipilih karena kemudahan dan penampilan yang ditawarkannya. Namun, saat beraktivitas di tempat dengan banyak debu atau saat membersihkan abu vulkanik, pengguna softlens berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan pada mata dibandingkan dengan mereka yang menggunakan kacamata. Apa saja bahaya yang mengintai dan kapan sebaiknya softlens dilepas?

Bahaya Partikel Debu di Bawah Softlens

Abu vulkanik dan debu halus dari jalanan memiliki tekstur yang tajam dan kasar. Ketika partikel-partikel ini bertebaran di udara, mereka dapat dengan mudah masuk ke dalam celah lensa kontak yang menempel pada kornea mata. Gesekan antara partikel tajam yang terjebak dan gerakan softlens di atas kornea dapat menyebabkan goresan, luka, hingga infeksi bakteri.

Dokter mata dari Mayapada Eye Center (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), mengingatkan tentang risiko penumpukan debu di balik softlens. "Softlens itu memungkinkan lensa kontak untuk nempel ke daerah kornea. Tapi partikel yang sangat kecil itu dia bisa selip di bawah lensa kontaknya. Jadi, kita harus lepas dulu saja lensa kontaknya. Gitu," ungkap dr Rini.

Langkah yang Harus Dilakukan Setelah Kelilipan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pengguna softlens adalah melepas lensa, membilasnya dengan cairan pembersih, dan kemudian memasangnya kembali setelah merasakan kelilipan. Dr Rini menekankan bahwa jika mata sudah terpapar debu atau abu vulkanik, langkah terbaik adalah segera melepas lensa kontak dan tidak menggunakannya lagi untuk sementara waktu.

"Air mata itu mungkin bisa nyelip di pinggir-pinggir lensa kontaknya kalau si air matanya bercampur dengan debu itu. Jadi harus dihindari. Dan kalau udah tiba-tiba rasanya kemasukan, cepat dibuka. Jangan dipakai lagi," jelasnya. Setelah melepas softlens, disarankan untuk mencuci mata dengan air mengalir atau menggunakan air mata buatan hingga mata kembali nyaman. Jika iritasi berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata.

Kapan Harus Beralih dari Softlens ke Kacamata?

Ada beberapa situasi di mana pengguna softlens sebaiknya beralih ke kacamata. Misalnya, saat berada di luar ruangan dengan angin kencang, saat hujan abu vulkanik, atau ketika mata mulai terasa iritasi. Menggunakan softlens saat mata sedang tidak sehat hanya akan memperlambat proses penyembuhan dan berisiko menyebabkan infeksi yang lebih serius.

Dr Rini merekomendasikan agar pengguna softlens lebih memilih kacamata saat berada di area dengan potensi debu tinggi. Untuk perlindungan ekstra, penggunaan kacamata pelindung (googles) yang menutup rapat bagian atas, samping, dan bawah mata juga sangat dianjurkan. "Oke, selama dia (abu vulkanik) masih ada di udara ya, kita tetap harus memproteksi diri kita dengan googles dan juga masker. Supaya itu tidak langsung kena ke area mata. Karena debunya pasti akan berterbangan," tambahnya.

Tips Aman bagi Pengguna Softlens

Bagi mereka yang aktif menggunakan softlens, penting untuk selalu membawa kacamata cadangan dan obat tetes air mata buatan. Jika berada di lingkungan berdebu atau merasakan ada benda asing yang masuk, segera lepas lensa kontak, bilas mata dengan air mengalir atau air mata buatan, dan beralihlah ke kacamata demi menjaga kesehatan kornea mata.

Artikel Terkait