Kesehatan

Waspada Erupsi Anak Krakatau: Tips Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya paparan abu vulkanik, yang dapat mempengaruhi kesehatan. Penting untuk mengetahui langkah-langkah perlindungan yang tepat bag...

A
Agus Wigati
06 September 2026 36 pembaca
Foto: Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Foto: Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau telah membuat beberapa daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terkait potensi paparan abu vulkanik. Abu vulkanik tidak hanya mengganggu kualitas udara, tetapi juga dapat berdampak buruk pada kesehatan, terutama jika terhirup dalam jumlah yang signifikan. Oleh karena itu, langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi risiko paparan perlu dipahami, terutama oleh mereka yang tinggal di wilayah yang terdampak.

Prof Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), menjelaskan bahwa ada beberapa tindakan yang dapat diambil untuk menghadapi dampak dari abu vulkanik yang dihasilkan oleh Anak Krakatau. "Kita harus ikuti informasi dari BMKG atau institusi resmi lain tentang bagaimana situasi letusan gunung yang sedang terjadi dan juga bagaimana kadar abu vulkanik di area tempat kita," ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Minggu (6/9/2026).

Informasi dan Masker sebagai Langkah Awal

Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk memberikan informasi terkini agar masyarakat dapat melakukan tindakan yang tepat. Selain itu, penggunaan masker sangat dianjurkan, terutama ketika kadar abu vulkanik sudah mencapai tingkat yang membahayakan, atau bagi mereka yang memiliki penyakit paru-paru kronis. "Kalau abu cukup banyak jumlahnya, bahkan ada anjuran menggunakan kacamata pelindung dan baju tangan panjang kalau sedang di luar rumah," tambahnya.

Batasi Aktivitas dan Jaga Kebersihan

Ketika kadar abu sudah mengkhawatirkan, aktivitas fisik yang berlebihan di luar ruangan sebaiknya dibatasi. "Kalau memang di luar cukup banyak abu vulkanik, maka kalau kembali ke rumah dari aktivitas fisik di luar, maka bersihkan diri dengan baik, dan pakaian juga segera dicuci bersih," jelasnya. Selain itu, disarankan agar rumah ditutup rapat agar abu tidak masuk jika kondisinya sangat membahayakan.

Bagi mereka yang memiliki penyakit kronis dan sedang menjalani pengobatan rutin, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah perlu ada penyesuaian dalam pengobatan, termasuk jenis obat, dosis, atau frekuensinya. Warga yang merasakan keluhan kesehatan juga diimbau untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat. "Artinya, pemerintah perlu menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan memiliki fasilitas yang baik," pungkasnya.

Artikel Terkait