Jakarta - Dengan cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, berita tentang keamanan pangan dapat menjangkau masyarakat dalam waktu singkat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyaring informasi dan memastikan kebenarannya dari sumber yang terpercaya.
Baru-baru ini, muncul kembali berita mengenai penarikan produk susu formula di beberapa negara, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua terkait keamanan produk yang ada di Indonesia. Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah memberikan penjelasan mengenai tindak lanjut notifikasi keamanan pangan global untuk produk formula bayi tertentu.
Penjelasan BPOM dan Produk yang Aman
Menurut keterangan resmi dari BPOM yang dirilis pada Januari 2026, produk yang menjadi perhatian di Indonesia adalah produk dan nomor batch yang telah disebutkan secara spesifik dalam pengumuman dari regulator. Produk dari Danone Indonesia, seperti SGM, Bebelac, dan Nutrilon Royal yang beredar secara resmi di Indonesia, tidak termasuk dalam daftar produk yang diumumkan untuk ditarik dari peredaran.
Kepastian Keamanan Produk dari Danone
Arif Mujahidin, Direktur Komunikasi Danone Indonesia, menegaskan bahwa keamanan dan kualitas produk adalah prioritas utama perusahaan. "Kesehatan dan keamanan konsumen adalah prioritas utama kami, dan semua produk kami sepenuhnya mematuhi peraturan keamanan pangan yang berlaku. Seluruh produk Danone yang tersedia di Indonesia aman untuk dikonsumsi," jelas Arif Mujahidin dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa produk Danone, seperti Bebelac, diproduksi di Indonesia dan telah memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan. "Produk kami seperti Bebelac diproduksi 100% di Indonesia dan telah memenuhi standar BPOM, serta sertifikasi halal dari BPJPH dan LPPOM MUI. Produk-produk tersebut menjalani pengendalian mutu dan pemeriksaan keamanan yang ketat di setiap tahap produksi sebelum sampai ke tangan konsumen," ungkap Arif.
Danone Indonesia menerapkan sistem pengawasan kualitas yang ketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, pengujian laboratorium, hingga distribusi produk kepada konsumen. Semua tahapan ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap produk yang dipasarkan memenuhi standar keamanan, kualitas, dan gizi yang berlaku.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengutamakan informasi yang berasal dari regulator atau sumber resmi ketika menerima informasi mengenai keamanan pangan. Dengan memahami konteks secara menyeluruh dan merujuk pada informasi yang terverifikasi, masyarakat dapat menghindari kesimpulan yang salah dan mendapatkan informasi yang akurat mengenai produk yang mereka konsumsi sehari-hari.