Jakarta - Apakah Anda pernah merasa sesak napas saat membungkuk untuk mengikat sepatu? Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan. Menurut Dr. Dmitry Yaranov, seorang ahli kardiologi dari Baptist Memorial Health Care di Memphis, Tennessee, jika sesak napas terjadi saat membungkuk dan bukan disebabkan oleh faktor usia, berat badan, atau kondisi fisik yang buruk, maka hal ini merupakan sinyal yang perlu diperhatikan.
Pentingnya Mengidentifikasi Gejala
Dr. Yaranov menjelaskan bahwa saat membungkuk, lebih banyak darah kembali ke jantung. Jika tekanan pengisian dalam jantung sudah tinggi, jantung mungkin tidak dapat menangani tambahan volume darah tersebut. "Saat Anda membungkuk ke depan, lebih banyak darah kembali ke jantung. Jika tekanan pengisian di dalam jantung sudah tinggi, jantung tidak dapat menangani volume tambahan tersebut," tulisnya dalam unggahan di Instagram.
Akibatnya, seseorang dapat merasakan sesak napas dalam waktu singkat, yang biasanya akan membaik ketika posisi tubuh kembali tegak. "Ini bisa menjadi tanda awal gagal jantung atau kelebihan cairan. Tubuh Anda sedang mengirimkan pesan, bukan kesalahpahaman," tambahnya.
Gejala Gagal Jantung yang Perlu Diketahui
Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, sesak napas saat melakukan aktivitas, berbaring, membungkuk, atau bahkan saat beristirahat adalah gejala yang umum terjadi pada gagal jantung. Gejala lainnya termasuk kelelahan, pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan telapak kaki, detak jantung yang cepat atau tidak teratur, penurunan kemampuan berolahraga, serta mengi atau napas berbunyi.
Gejala awal gagal jantung dapat berkembang secara bertahap, meskipun terkadang bisa muncul secara tiba-tiba. Gagal jantung terjadi ketika otot jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif, yang sering kali menyebabkan penumpukan darah dan cairan di paru-paru, sehingga menimbulkan sesak napas.
Dr. Yaranov menekankan bahwa jika Anda sering mengalami sesak napas saat membungkuk, hal tersebut tidak boleh diabaikan. "Sampaikan. Periksakan diri. Itu penting," ujarnya.