Politik

Andy Budiman: Jokowi Fenomena Politik yang Berhasil Tembus Dominasi Elite

Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Andy Budiman, menilai Joko Widodo sebagai fenomena politik yang mengubah lanskap politik Indonesia dengan berhasil memimpin selama dua periode.

E
Eko Prasetyo
16 July 2026 60 pembaca
Joko Widodo (Jokowi) safari politik bersama PSI di Lampung
Joko Widodo (Jokowi) safari politik bersama PSI di Lampung

Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman, menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan sosok yang berhasil mengubah lanskap politik nasional. Menurutnya, perjalanan politik Jokowi menjadi fenomena yang sulit ditemukan dalam sejarah Indonesia karena lahir dari kalangan nonelite hingga mampu memimpin negara selama dua periode.

Andy mengatakan, Jokowi tidak hanya layak dipandang sebagai mantan presiden, tetapi juga sebagai fenomena politik yang berhasil mematahkan anggapan bahwa kekuasaan hanya dapat diraih oleh kalangan elite. "Jadi yang perlu kita lihat pertama adalah, Pak Jokowi itu bukan sekadar seorang mantan presiden, tapi sebuah fenomena politik di Indonesia," ujar Andy.

Ia menjelaskan, latar belakang Jokowi sangat berbeda dengan sebagian besar tokoh politik nasional. Menurut Andy, Jokowi bukan berasal dari keluarga pejabat, elite politik, kalangan militer, maupun keluarga kaya, tetapi mampu meniti karier politik secara bertahap hingga mencapai jabatan tertinggi di Indonesia. "Bayangkan orang yang bukan berasal dari kalangan elite. Dia bukan anak pejabat, bukan dari kalangan militer, bukan dari elite politik, bukan anak orang kaya, dan lain sebagainya," tuturnya.

Kronologi Perjalanan Politik Jokowi

Andy menguraikan, perjalanan politik Jokowi dimulai dari Wali Kota Solo, kemudian dipercaya menjadi Gubernur DKI Jakarta sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia selama dua periode. "Orang biasa merintis karier politik dari bawah, menang di Solo, menjadi wali kota, kemudian naik ke tingkat provinsi menjadi Gubernur DKI Jakarta, lalu menjadi presiden selama dua periode," ucapnya.

Menurut Andy, pencapaian tersebut merupakan sesuatu yang sangat langka dalam sejarah politik nasional. "Ini sebuah karier politik yang luar biasa, yang sangat fenomenal, yang mungkin di Indonesia belum pernah ada sejarahnya orang yang bisa merintis karier politik seperti yang dilakukan oleh Pak Jokowi," sebutnya.

Ia bahkan menilai fenomena serupa hanya dapat ditemukan pada segelintir tokoh di dunia yang mampu menembus dominasi politik tanpa berasal dari lingkaran elite. "Di dunia mungkin ada, tapi hanya segelintir juga kalau kita lihat. Betul-betul dari bawah, bukan dari kalangan elite," imbuhnya.

Perubahan Wajah Politik Indonesia

Lebih lanjut, Andy menilai kehadiran Jokowi turut mengubah wajah politik Indonesia yang selama ini didominasi kelompok elite. Ia menyebut ruang politik sebelumnya dianggap sebagai wilayah eksklusif yang hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu. "Bayangkan, yang perlu kita lihat adalah ruang politik yang selama puluhan tahun dikuasai oleh para elite," bebernya.

Menurut Andy, kelompok elite selama ini merasa memiliki kendali penuh terhadap arena politik. Namun, kehadiran Jokowi sebagai sosok dari luar lingkaran tersebut berhasil mematahkan anggapan itu. "Yang mereka percaya itu playground mereka. Ini tempatnya kami semua, kami yang mengontrol dan sebagainya. Tiba-tiba dimasuki oleh orang asing," jelasnya.

Antusiasme Masyarakat terhadap Jokowi

Andy juga menyoroti besarnya antusiasme masyarakat terhadap Jokowi meski sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Ia menilai kedekatan emosional Jokowi dengan masyarakat masih sangat kuat setiap kali melakukan kunjungan ke daerah. "Kita bisa lihat sebetulnya bagaimana Pak Jokowi punya karisma yang begitu besar. Kalau kita lihat Pak Jokowi berkunjung ke daerah, berinteraksi dengan rakyat," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat tidak memandang Jokowi sebagai politisi yang sedang berkampanye, melainkan sebagai sosok yang dekat dengan rakyat. "Masyarakat melihat Pak Jokowi bukan sebagai seorang politisi yang sedang berkampanye. Beda. Cara mereka melihat Pak Jokowi, mendekat, ingin berfoto, bersalaman, antusiasmenya," katanya.

Andy kemudian mencontohkan kunjungan Jokowi ke Lampung yang disebut masih mendapat sambutan hangat dari warga. Bahkan, ia mengutip pengakuan seorang warga yang merasa senang bisa kembali bertemu langsung dengan Jokowi. "Beberapa misalnya ada testimoni seorang ibu yang bilang, 'Nggak pernah nyangka dua kali saya bisa foto begini sama Pak Jokowi.' Dia selfie dengan Pak Jokowi," tandasnya.

Pengalaman tersebut, menurut Andy, menunjukkan bahwa Jokowi berhasil membangun hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat. Kedekatan itu membuat banyak warga merasa pernah benar-benar bertemu dan berinteraksi langsung dengan seorang kepala negara. "Jadi ini perasaan yang dialami oleh masyarakat biasa. Bayangkan ada seorang ibu dari satu kabupaten di Lampung yang mungkin selama hidupnya tidak pernah didatangi presiden mana pun," ujarnya.

"Tiba-tiba Pak Jokowi ini, sudah dua kali, menjadi sosok yang lebih bisa dijangkau oleh mereka. Tidak hanya dilihat lewat televisi, baliho, dan lain sebagainya, tetapi menjadi sosok yang dekat dengan diri mereka," pungkasnya.

Artikel Terkait