Politik

Andy Budiman: Jokowi Memaksa Perubahan di Kalangan Elite Politik

Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Andy Budiman, menilai Presiden Joko Widodo telah mengubah lanskap politik nasional dengan cara yang tidak lazim dan memaksa elite politik untuk beradapta...

A
Agus Wigati
15 July 2026 57 pembaca
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman

Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman, menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang telah mengubah lanskap politik nasional. Menurut Andy, perjalanan politik Jokowi merupakan fenomena yang sulit ditemukan dalam sejarah politik Indonesia. Ia menilai keberhasilan Jokowi menjadi presiden berangkat dari jalur politik yang tidak lazim karena tidak berasal dari kalangan elite, keluarga pejabat, maupun tokoh militer.

Andy menegaskan bahwa Jokowi bukan sekadar seorang mantan kepala negara, melainkan telah menjadi fenomena politik. "Jadi yang perlu kita lihat pertama adalah, Pak Jokowi itu bukan sekadar seorang mantan presiden, tapi sebuah fenomena politik di Indonesia," ujar Andy. Ia kemudian mengulas latar belakang Jokowi yang berbeda dengan kebanyakan tokoh politik nasional. "Bayangkan orang yang bukan berasal dari kalangan elite. Dia bukan anak pejabat, bukan dari kalangan militer, bukan dari elite politik, bukan anak orang kaya, dan lain sebagainya," tuturnya.

Andy menilai perjalanan politik Jokowi berlangsung secara bertahap hingga berhasil memimpin Indonesia selama dua periode. "Orang biasa merintis karier politik dari bawah, menang di Solo, menjadi wali kota, kemudian naik ke tingkat provinsi menjadi Gubernur DKI Jakarta, lalu menjadi presiden selama dua periode," ucapnya. Menurutnya, perjalanan tersebut merupakan capaian yang sangat jarang terjadi di Indonesia. "Ini sebuah karier politik yang luar biasa, yang sangat fenomenal, yang mungkin di Indonesia belum pernah ada sejarahnya orang yang bisa merintis karier politik seperti yang dilakukan oleh Pak Jokowi," sebutnya.

Jokowi Ubah Ruang Politik Elite

Andy memandang kehadiran Jokowi mengubah ruang politik yang selama ini identik dengan dominasi kelompok elite. "Bayangkan, yang perlu kita lihat adalah ruang politik yang selama puluhan tahun dikuasai oleh para elite," bebernya. Ia menggambarkan kalangan elite sebelumnya menganggap ruang politik sebagai wilayah yang sepenuhnya berada dalam kendali mereka. "Yang mereka percaya itu playground mereka. Ini tempatnya kami semua, kami yang mengontrol dan sebagainya. Tiba-tiba dimasuki oleh orang asing," jelasnya.

Andy mengatakan, Jokowi hadir sebagai sosok dari luar lingkaran elite dan membawa cara baru dalam berpolitik. "Orang asing yang mengubah cara bermain, mengubah permainan. Orang pinggiran, di luar kelompok elite ini masuk," terangnya. Ia juga membandingkan gaya politik Jokowi dengan pola kepemimpinan yang berkembang sebelum Jokowi menjadi presiden. "Bayangkan para politisi yang tadinya berpolitik dengan gaya mereka yang relatif sama. Kita harus ingat lagi bagaimana politik Indonesia sebelum Pak Jokowi," katanya.

Gaya Politik Jokowi Memaksa Elite Berubah

Menurut Andy, citra pejabat saat itu cenderung jauh dari masyarakat. "Politik Indonesia itu dipotret para pejabat sebagai orang yang tidak mau turun ke lapangan, tidak mau bersusah-susah di lapangan," tutur Andy. "Orang yang cuma berjas, rapat di ruangan ber-AC, mengambil keputusan, berjarak dengan masyarakat, dan lain sebagainya," tambahnya. Gaya kepemimpinan Jokowi yang aktif turun ke lapangan mengubah persepsi publik terhadap seorang pemimpin.

"Tiba-tiba begitu Pak Jokowi masuk dan kemudian menjadi presiden, gayanya yang dekat dengan rakyat, selalu ingin turun ke bawah, dan bekerja keras membuat apa yang mereka kerjakan selama ini menjadi sesuatu yang tidak disukai oleh publik," ujarnya. Ia menganggap perubahan tersebut pada akhirnya memaksa elite politik menyesuaikan diri. "Dan itu memaksa mereka mengubah cara mereka dalam berpolitik, bekerja, dan lain sebagainya. Dan itu tidak mudah bagi para elite," paparnya.

Karisma Jokowi di Tengah Masyarakat

Selain menyinggung gaya kepemimpinan, Andy juga berbicara mengenai antusiasme masyarakat terhadap Jokowi meski tidak lagi menjabat sebagai presiden. "Kita bisa lihat sebetulnya bagaimana Pak Jokowi punya karisma yang begitu besar. Kalau kita lihat Pak Jokowi berkunjung ke daerah, berinteraksi dengan rakyat," jelasnya. Baginya, masyarakat memandang Jokowi berbeda dari politisi yang sedang berkampanye.

Andy kemudian mencontohkan kunjungan Jokowi ke Lampung yang disebutnya masih mendapat sambutan hangat. Ia bahkan mengutip pengakuan salah seorang warga yang merasa senang bisa kembali bertemu Jokowi. "Beberapa misalnya ada testimoni seorang ibu yang bilang, 'Nggak pernah nyangka dua kali saya bisa foto begini sama Pak Jokowi.' Dia selfie dengan Pak Jokowi," tandasnya.

Andy mengatakan pengalaman tersebut menunjukkan kedekatan emosional Jokowi dengan masyarakat. "Jadi ini perasaan yang dialami oleh masyarakat biasa. Bayangkan ada seorang ibu dari satu kabupaten di Lampung yang mungkin selama hidupnya tidak pernah didatangi presiden mana pun," ujarnya. "Tiba-tiba Pak Jokowi ini, sudah dua kali, menjadi sosok yang lebih bisa dijangkau oleh mereka. Tidak hanya dilihat lewat televisi, baliho, dan lain sebagainya, tetapi menjadi sosok yang dekat dengan diri mereka," pungkasnya.

Artikel Terkait