PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, yang dikenal dengan singkatan BTN, menjadi salah satu bank BUMN yang banyak dibeli oleh investor asing dalam pekan ini. Berdasarkan data dari Stockbit untuk periode 22-26 Juni 2026, pembelian saham BTN didominasi oleh UBS Sekuritas yang mencatatkan nilai pembelian mencapai Rp9,5 miliar untuk 86,9 ribu lot saham dengan harga rata-rata Rp1.126 per lembar.
Di posisi kedua, J.P. Morgan Sekuritas Indonesia turut berinvestasi dengan mengeluarkan dana sebesar Rp6,4 miliar untuk 57,4 ribu lot saham BTN, dengan harga rata-rata Rp1.123 per lembar. Selain itu, Maybank Sekuritas Indonesia juga berkontribusi dengan akumulasi pembelian mencapai Rp5,9 miliar untuk 52,5 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp1.119 per lembar. Mandiri Sekuritas juga tidak ketinggalan, memborong saham BTN senilai Rp3,3 miliar untuk 30,4 ribu lot dengan harga rata-rata Rp1.125 per saham. MNC Sekuritas melengkapi daftar ini dengan akumulasi pembelian senilai Rp657 juta.
Penjualan Saham BBTN oleh Beberapa Sekuritas
Di sisi lain, CLSA Sekuritas Indonesia menjadi broker yang aktif menjual saham BTN pada pekan ini, dengan total penjualan mencapai Rp3,7 miliar. Verdhana Sekuritas Indonesia juga ikut melepas saham BTN dengan nilai penjualan sebesar Rp594,8 juta. Macquarie Sekuritas Indonesia mencatatkan penjualan senilai Rp395 juta, sedangkan Philip Sekuritas Indonesia melaporkan nilai jual bersih yang sangat kecil, yaitu Rp5,9 juta.
Pergerakan IHSG dan Data Pasar Lainnya
Pada saat yang sama, saham bank BUMN lainnya seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BRIS juga mengalami distribusi yang cukup besar dari investor asing. Menariknya, akumulasi saham BTN terjadi di tengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang signifikan. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa IHSG ditutup anjlok hingga 4,55 persen, berakhir di level 5.896,134, turun dari posisi 6.177,139 pada pekan sebelumnya.
Selain itu, kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan sebesar 4,51 persen menjadi Rp10.302 triliun, turun dari Rp10.788 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mencatatkan penurunan sebesar 22,95 persen, dengan total 1,73 juta transaksi dibandingkan 2,24 juta transaksi pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian turun 26,01 persen menjadi 25,18 miliar lembar saham dari 34,03 miliar lembar pada pekan lalu.
Kautsar menambahkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian pekan ini juga menyusut sebesar 29,13 persen menjadi Rp17,58 triliun dari Rp24,80 triliun pada pekan sebelumnya. Pada hari Jumat, 26 Juni 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp537,25 miliar, dan sepanjang tahun 2026, total nilai jual bersih investor asing mencapai Rp71,681 triliun.