Ekonomi

Ciputra Development Sesuaikan Target Laba dan Pendapatan 2026, Ini Alasannya

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menurunkan target laba bersih dan pendapatan untuk tahun 2026 sebesar 10 persen. Penyesuaian ini disebabkan oleh penurunan presales properti yang berdampak pada lapor...

A
Agus Wigati
26 June 2026 38 pembaca
Target pendapatan dan laba bersih PT Ciputra Development Tbk (CTRA) untuk tahun 2026 diturunkan 10 persen. Daya beli properti tertekan? Foto: KabarBursa.com/Harun
Target pendapatan dan laba bersih PT Ciputra Development Tbk (CTRA) untuk tahun 2026 diturunkan 10 persen. Daya beli properti tertekan? Foto: KabarBursa.com/Harun

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) telah memutuskan untuk menurunkan target pendapatan dan laba bersihnya untuk tahun 2026 sebesar 10 persen. Sekretaris Perusahaan CTRA, Aditya Ciputra Sastrawinata, menjelaskan bahwa penyesuaian target tersebut didasarkan pada data presales properti CTRA yang tercatat sepanjang tahun lalu.

Aditya menyatakan, "Penurunan target ini disebabkan penurunan presales di tahun 2025 yang akan berdampak kepada laporan keuangan 2026," saat memberikan paparan publik di Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2026. Menurut data yang dikumpulkan oleh CTRA, presales hunian atau residensial untuk tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp9,4 triliun, mengalami penurunan sebesar 14 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp11,01 triliun.

Penurunan Presales dan Daya Beli

Pada kuartal pertama tahun 2026, CTRA mencatatkan presales residensial sebesar Rp2,4 triliun, yang turun 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp3,1 triliun. Aditya mengungkapkan bahwa penurunan presales ini lebih disebabkan oleh melemahnya daya beli, terutama pada segmen konsumen menengah ke bawah.

Ia menambahkan bahwa meskipun pendapatan dari segmen properti investasi diharapkan tumbuh pada tahun 2026, hal tersebut dinilai tidak cukup untuk menutupi penurunan yang terjadi di segmen properti development. "Kalau properti investasi seperti mall, rumah sakit, dan klinik itu bisa naik. Tapi kenaikan di porsi investasi tidak bisa menutupi di residensial," imbuhnya.

Proyeksi Margin Laba dan Target Marketing Sales

Mengenai margin laba bersih, CTRA berkomitmen untuk menjaga profitabilitas di kisaran 20 persen nett margin sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi operasional. Pada kuartal pertama tahun 2026, pendapatan CTRA mengalami penurunan sebesar 6 persen menjadi Rp2,5 triliun, sementara laba bersihnya turun 21 persen menjadi Rp588 miliar.

Aditya menegaskan, "Kedua angka ini tetap sejalan dengan target kami di awal tahun." Ia juga mencatat bahwa untuk tahun 2026, kontribusi kinerja keuangan diperkirakan akan paling besar terjadi pada kuartal keempat, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh jadwal serah terima unit yang mayoritas berlangsung pada kuartal tersebut.

Selain menyesuaikan target pendapatan dan laba bersih, CTRA juga menetapkan target marketing sales untuk tahun 2026 tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp9,5 triliun. "Target ini tetap flat dan didorong ke segmen menengah ke atas. Jadi proyek-proyek besar kami ada CitraGarden City Jakarta, CitraGarden Serpong, CitraGarden Bintaro dan dua proyek baru Citra Homes Salim dan Citra Bukit Golf Sentul. Itu semua menjadi kontribusi utama," tutup Aditya.

Artikel Terkait